Kasus Nakes Turun Setelah Vaksinasi, Puncak Covid-19 di NTB Diharapkan Bergeser Lebih Awal

Capaian vaksinasi Covid-19 tahap pertama di NTB hingga Minggu, 28 Februari 2021. (Sumber : Dinas Kesehatan NTB)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mencatat, kasus tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19 menurun setelah dilakukan vaksinasi tahap pertama yang dimulai dilaksanakan pertengahan Januari lalu. Dengan adanya penurunan kasus, diharapkan puncak Covid-19 di NTB bergeser lebih awal.

‘’Data dari pusat, setelah vaksinasi itu ada penurunan kasus. Orang yang divaksin dengan orang yang tidak divaksin. Jauh lebih bermanfaat jika orang yang divaksin,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, M.M., MARS., dikonfirmasi Senin, 1 Maret 2021.

Iklan

Meskipun tak menyebutkan penurunan kasus Covid-19 yang menimpa tenaga kesehatan. Fikri mengatakan sekarang sudah mulai jarang didengar ada fasilitas kesehatan seperti Puskesmas yang ditutup sementara akibat nakes yang positif Covid-19.

Fikri mengatakan, pihaknya sudah meminta Universitas Mataram untuk menganalisis kasus Covid-19 setelah dilakukan vaksinasi tahap pertama di NTB. Sehingga diperoleh gambaran yang komprehensif.

‘’Kalau laporan ke kami memang selama ini angka mortalitas dan morbiditas berkurang untuk nakes setelah kita evaluasi, setelah 14 hari,’’ ucapnya.

Menurut Fikri, ada korelasi antara vaksinasi Covid-19 terhadap penurunan kasus di tenaga kesehatan baik mortalitas maupun morbiditasnya. ‘’Harapannya bisa menggeser puncak Covid-19 di NTB lebih awal. Tapi data ini perlu lebih komprehensif lagi. Sehingga saya sudah minta Unram untuk menganalisis,’’ katanya.

Berdasarkan data Dikes NTB, capaian vaksinasi untuk nakes dosis pertama sudah mencapai 99,1 persen, sedangkan dosis kedua sudah mencapai 63,9 persen. Dengan rincian, vaksinasi dosis pertama sebanyak 27.378 nakes orang dan dosis kedua sebanyak 17.671 orang.

Sementara, jumlah kasus Covid-19 di NTB hingga Minggu, 28 Februari 2021 sudah mencapai 9.404 orang. Dengan rincian, 7.988 orang sudah sembuh, 389 pasien meninggal dunia dan 1.027 kasus aktif.

Fikri menambahkan, saat ini NTB sudah melewati fase panik terkait pandemi Covid-19. Artinya, sekarang sudah memasuki fase adaptasi. Pada fase ini, safety harus jalan, produktivitas juga harus jalan. Artinya, masyarakat sudah menyesuaikan diri.

‘’Jadi, dengan kasus-kasus yang sekarang juga, artinya sekarang tak perlu membuat masyarakat panik. Kita hadapi Covid-19 ini dengan optimis,’’ ucapnya.

Sebelumnya, Fakultas Kedokteran  Universitas Mataram (Unram) memprediksi kasus Covid-19 di NTB akan menembus 25.000 orang pada akhir 2021. Untuk menekan terjadinya lonjakan kasus, program vaksinasi harus berjalan sukses dan kepatuhan masyarakat  terhadap protokol kesehatan Covid-19 harus tetap dijalankan meskipun sudah ada vaksin. (nas)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional