Kasus Modus Permen Cokelat, BNN Provinsi NTB Musnahkan 410,48 Gram Sabu

Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra menuang sabu ke dalam mesin blender dalam pemusnahan barang bukti tersangka Yeti, Rabu, 30 September 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – BNN Provinsi NTB memusnahkan 410,48 gram sabu. Barang bukti itu disita dari tersangka kurir Yeti Mulyati (48). Pemusnahan ini untuk melengkapi berkas penyidikan. Istri dari terpidana narkoba ini akan segera diadili. Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra menerangkan, total barang bukti yang disita sebanyak 491,2 gram. “Disisihkan untuk pengujian di lab dan pembuktian persidangan 80,72 gram,” ucapnya, Rabu, 30 September 2020.

Sehingga sisa barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 410,48 gram. Pemusnahannya menggunakan blender. Sabu dicampur dengan air lalu diblender. Campurannya kemudian dilarutkan dengan oli bekas. Sisa campuran ditimbun di dalam sumur. Sugianyar mengatakan, barang bukti tersebut nilainya mencapai Rp1 miliar. Asumsinya dihitung dengan nilai jual Rp1,8 sampai Rp2 juta per-gram.  “Tiap 1 gram bisa dikonsumsi 12 orang. Pengungkapan kasus ini sekaligus menyelamatkan enam ribu warga NTB dari penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Iklan

Tersangka Yeti ditangkap pada Juli lalu. Yeti menyamarkan pengiriman sabu dari Batam, Kepulauan Riau tersebut di dalam bungkusan permen wafer cokelat. Yeti dibantu dua temannya, BE (52) dan ER (47). Mereka satu jaringan dalam proses distribusi mulai dari Batam ke Mataram lalu ke Dompu. Paket sabu ini dikirim melalui jasa pengiriman. Sabu di dalam permen itu total beratnya 239,89 gram.

Tersangka YM yang memasukkan sabu itu sendiri ke dalam 35 bungkus permen. Ditambah lagi dengan tiga bungkus besar sabu seberat 251,31 gram. Seluruh sabu itu kemudian dipaketkan dalam satu dus sedang dari Batam menuju Mataram. Alamat tujuan pengirimannya menggunakan identitas rekannya, BE. Sementara Yeti berangkat terpisah menggunakan jalur udara.

Paket sabu itu tiba pada Senin, 27 Juli 2020. BE mengambil paket di kantor agen jasa pengiriman di Karang Medain, Mataram. Tersangka BE lalu membawa pulang paket sabu ke rumahnya di Jalan Merdeka, Pagesangan, Mataram. Yeti lalu membagi peredaran sabu tersebut. Sabu dalam permen disimpan untuk peredaran di Mataram. Sementara tiga paket besar dikirim ke Dompu. Yeti melanjutkan bisnis haram suaminya yang mendekam di penjara karena divonis penjara 10 tahun 2018 lalu. (why/*)