Kasus Mobil Bodong Diduga Libatkan Oknum Polisi

Dompu (Suara NTB) – Kasus mobil Avanza putih dengan nomor polisi EA 1403 EZ milik warga Dompu yang diamankan Polisi sebelum Lebaran dan diduga mobil hasil curian, masih akan diselidiki pihak Kepolisian. Kasus pencurian mobil ini diduga melibatkan oknum anggota Polisi dan barang bukti mobil juga tidak terlihat di Polres Dompu.

Kasat Lantas Polres Dompu, Iptu Arif Abdillah kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu 20 Juli 2016 mengaku, kasus temuan mobil Avanza putih yang diamankan pihaknya dari warga Bada Dompu masih ditangani pihaknya. Namun persoalan mobil tersebut diduga melibatkan oknum anggota kepolisian, sehingga dirinya tidak bisa berkomentar banyak. “Karena ini menyangkut internal, untuk prosesnya nanti akan dijelaskan Kapolres. Karena ini menyangkut yang ada di instansi kami,” kata Arif Abdillah.

Iklan

Arif pun mengaku, mobil Avanza tersebut masih diamankan pihaknya di Polres dan disimpan di paling belakang (Polres). Mobil ini nanti akan dibawa ke Lombok Tengah untuk dikonfirmasi lebih lanjut dengan pihak Polres Lombok Tengah. “Karena mobil ini dari Lombok Tengah,” katanya.

Sementara setelah dilihat di halaman Polres termasuk pada perumahan dinasnya, tidak ditemukan mobil Avanza warna putih yang sebelumnya diamankan di sebelah barat masjid Polres Dompu. Namun diklaim, mobil tersebut masih ada di Polres Dompu. Mobil ini diketahui bodong karena kode wilayahnya Bima, tapi alamat STNK Dompu. Hasil pengecekan di aplikasi, diketahui mobil beralamat Lombok Tengah.

Terkait sepeda motor yang ditilang anggota Lantas Polres Dompu selama operasi beberapa waktu lalu sebanyak 192 unit, dikatakan Arif Abdillah, sebagian besar telah diambil kembali oleh pemiliknya setelah menunjukkan surat – surat kelengkapan kendaraan dan mengganti knalpot resingnya. “Sisanya yang belum diambil tinggal 69 unit sepeda motor,” katanya.

Arif Abdillah juga mengakui, kemajuan teknologi juga dimanfaatkan warga. Termasuk memalsukan dokumen kendaraan bermotor. Beberapa waktu lalu, di Lombok Timur ditemukan ada SIM dan STNK palsu. Untuk mengetahui dokumen tersebut palsu atau tidak, harus dicek di aplikasi komputer milik Lantas. “Aplikasi ini yang baru menguasai anggota saya di Samsat. Kalau anggota di lapangan, mereka belum mengetahui,” ungkapnya. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here