Kasus Merger BPR Jalan Terus, Ini Agendanya

Mataram (Suara NTB) – Penyidikan kasus merger PT. BPR NTB mendekati rampung. Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejati NTB, mengagendakan ekspose internal untuk penetapan tersangka.

Kasi Penyidikan Pidaus Kejati NTB, Zulkifli Said, SH.,MH melalui Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH, MH menyebut, gelar perkara rencananya pekan ini. ‘’Dalam beberapa hari ke depan, kita memang agendakan gelar perkara,’’ jelas Dedi Irawan.

Iklan

Gelar perkara internal akan dipimpin Aspidsus, Ery Ariansyah Harahap, SH, untuk membedah dan mengevaluasi semua rangkaian penyelidikan dan penyidikan sebelumnya. Di mana, kata Dedi Irawan, hasil dari rangkaian pemeriksaan saksi, pengumpulan alat bukti, akan jadi pembahasan saat gelar perkara.

‘’Nanti apakah ada kesimpulan penetapan tersangka dalam kasus ini, kita lihat. Akan tergantung keputusan ekspose,’’ sebut Dedi Irawan.

Ekspose kali ini merupakan yang kedua, ketika sebelumnya status kasus dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Pada ekspose kali ini, menurut Dedi,  untuk mematangkan hasil penyidikan sebagai dasar penentuan tersangka jika memang alat bukti dinyatakan cukup oleh forum ekspose.

Terakhir yang diperiksa sebelum ekspose adalah mantan Kepala Biro Ekonomi Setda NTB Dr.H. Manggaukang Raba. Ditambahkan Dedi Irawan, saksi lainnya yang sudah dianggap rampung adalah Kepala PD. BPR se NTB. Jumlahnya delapan orang, Direktur BPR Kota Mataram, BPR Lombok Barat, BPR Lotim,  BPR KSB, BPR Sumbawa, BPR Dompu dan BPR Bima, BPR  Lombok Tengah. (ars)