Kasus Mentigi, Bupati Beri Klarifikasi

H. Najmul Akhyar (Suara NTB/dok)

Tanjung (Suara NTB) – Kejadian yang terjadi di Dusun Mentigi, Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU), saat Tim Satgas Covid-19 datang menggunakan tim patroli dan harus kembali, Sabtu, 30 Mei 2020  mendapat tanggapan Bupati KLU Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH.

Kepada wartawan, Senin, 1 Juni 2020, Bupati menjelaskan, jika kedatangan Tim Satgas Covid-19 ke lokasi ini untuk melakukan sosialisasi terkait penyebaran Covid-19 di salah satu masjid di Dusun Mentigi. Namun, karena adanya kesalahapahaman yang terjadi di tengah masyarakat membuat tim harus balik dan tidak jadi melakukan sosialiasi.

Iklan

Atas peristiwa ini, bupati menyayangkan peristiwa itu. Diakuinya reaksi warga muncul karena adanya miskomunikasi terkait pemahaman protokoler Covid-19. “Saya sendiri menyayangkan dengan kejadian itu,” kata Najmul.

Menurutnya, satgas telah menggelar rapat pada Sabtu, 30 Mei 2020 di Kantor Camat Pemenang. Selesai rapat disepakati akan dilanjutkan dengan sosialisasi di Masjid Mentigi. Namun, kedatangan tim satgas ke dusun itu, disangka akan menutup kegiatan yang sedang berlangsung di masjid tersebut. Ia mempertegas, Tim Satgas bukan untuk menjemput tokoh masyarakat setempat.
“Di sinilah letak miskomunikasinya. Kedatangan tim bukan bermaksud demikian. Mereka akan melaksanakan kegiatan sesuai jadwal yang sudah ditentukan di Kantor Camat Pemenang,” terangnya.

Ia menyadari, miskomunikasi ini riskan di momen Covid-19 seperti sekarang ini. Ia pun berjanji, untuk memperbaiki pola koordinasi dan komunikasi, sehingga tidak terulang kembali.
Bagi Najmul, kericuhan itu bukan kesalahan masyarakat. Hanya saja, sosialisasi di Mentigi dinilai penting dilakukan, sehingga ia meminta Tim Satgas untuk melakukan komunikasi lanjutan. Hal itu juga dilakukan di tempat lain. Mengingat beberapa prosedur Covid – khususnya menjemput Kenormalan Baru (New Normal) harus dipahami bersama, baik mencakup tes suhu tubuh, rapid test, swab dan lainnya.

“Misalnya, ada satu, dua orang yang kita lupa (harus) rapid test, tapi mereka ini dalam keadaan reaktif, itu menyebabkan virus ini menyebar ke orang lain. Mencegah itu yang kita lakukan saat ini,” paparnya.

Ia berharap seluruh masyarakat Lombok Utara dapat memahami tujuan pemerintah. Bahwa, setiap yang dilakukan pada fase penanganan dan pengendalian, bermuara pada keamanan, kenyamanan dan keselamatan masyarakat untuk terhindar dari bahaya Covid. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here