Kasus Meninggal Pasien Covid-19 Lingsar dan Narmada Penyumbang Tertinggi di Lobar

Ilustrasi Pasien Positif Covid-19. (Sumber : Pharma Times)

Giri Menang (Suara NTB) – Dua kecamatan masing-masing Lingsar dan Narmada menjadi penyumbang tertinggi kasus pasien yang meninggal akibat Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Dari 115 kasus yang meninggal di Lobar, sebanyak 18 kasus di Narmada 17 kasus di Lingsar. Data kasus meninggal akumulasi tahun 2020 dan 2021 (data bulan Agustus). Total kasus meninggal dua kecamatan ini mencapai 35.

Berdasarkan data kewaspadaan kasus Covid-19 tingkat Lobar hingga tanggal 2 Agustus 2021, terdapat 2.499 orang yang terinformasi positif Covid-19. Masih isolasi sebanyak 225 orang, dan sudah sembuh 2.159 orang.  “Sedangkan kasus meninggal 115 orang,” jelas Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lobar (Dikes) Lobar dr. H. Ahmad Taufiq Fathoni, Senin, 2 Agustus 2021.

Iklan

Kalau dirinci dari 115 kasus meninggal di masing-masing kecamatan, yakni Kecamatan Narmada paling tinggi dengan 18 kasus, Lingsar 17 kasus, Labuapi sebanyak 16 kasus dan 14 kasus di Gunungsari.

Tingginya kasus Covid-19 dan pasien meninggal di Narmada inipun diakui Camat Narmada M. Busyairi. Kasus Covid-19 di Puskesmas Narmada saja di 11 desa menjadi wilayah kerja terdapat 198 kasus positif Covid-19 selama satu bulan (bulan Juli red). Karena itu, pihaknya terus menambah tempat isolasi mandiri terpadu.

Pihaknya sudah menyiapkan HPA  dengan 9 kamar, kemudian pihaknya menggenjot penyiapan seni budaya sebagai lokasi isolasi terpusat. “Disini bisa tampung 20-30 orang “ujarnya. Pihaknya bersurat ke semua perusahaan di wilayah Narmada agar ikut membantu sarana prasarana penunjang dari dana CSR masing-masing.

Sementara itu, Camat Lingsar Marzuki mengatakan kasus meninggal pasien Covid-19 mencapai 17 orang terhitung sejak 2020 dan 2021. Rata-rata yang meninggal ini adalah lansia yang berstatus komorbid.  Langkah untuk menekan penyebaran Covid-19 ini, pihaknya terus mengoptimalkan tracing dan mengingatkan warga untuk terus menerapkan prokes. Termasuk pihaknya menyiapkan tempat isolasi terpadu di Aula Kantor Camat sebanyak 10 tempat tidur. Aula UPT KB tiga tempat tidur di HGM 6 tempat tidur ditambah di Desa Karang Bayan disiapkan 12 tempat tidur. “Dan di masing-masing desa menyiapkan tiga tempat tidur,”ujarnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional