Kasus Meninggal Meningkat, RSUD Tripat Kewalahan Tangani Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19

H. Arbain Ishak (Suara NTB/ her)

Giri Menang (Suara NTB) – Kasus meninggal pasien Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melonjak. Senin, 30 Agustus 2021 terdapat tiga pasien Covid-19 meninggal. Itu artinya, total pasien Covid-19 yang meninggal berdasarkan data laporan kewaspadaan Covid-19 tingkat Kabupaten Lobar mencapai 127 orang. Kondisi ini, menyebabkan pihak RSUD Tripat kewalahan menangani Pemulasaraan jenazah. Lantaran jumlah petugas pemulasaran masih minim, terutama petugas perempuan.

Demikian diungkapkan Direktur RSUD Tripat drg. H. Arbain Ishak pada Suara NTB, Selasa, 31 Agustus 2021.

Iklan

 Diakuinya, jumlah petugas Pemulasaraan yang ada hanya dua orang. Sementara, pihak keluarga menuntut agar pasien perempuan yang meninggal harus ditangani oleh petugas perempuan. Sehingga pihaknya pun menambah petugas satu orang menjadi dua orang.

“Apalagi kondisi akhir-akhir ini kasus meninggal pasien Covid-19 meningkat, kemarin saja ada tiga orang. Belum lagi yang minggu-minggu lalu itu ada enam sampai tujuh orang. Kalau dengan kondisi tenaga kita yang hanya dua orang ya kami kewalahan melakukan pemulasaran di kamar jenazah,” akunya.

Sementara jumlah petugas pemulasaraan yang ada di RSUD Tripat, tambahnya, sebanyak enam orang. Terdiri dari empat petugas pemulasaraan laki-laki dan dua petugas perempuan. “Untuk honor tim pemulasaraan sendiri dihitung per orang per sekali penanganan. Per orang diberikan Rp100 ribu,” ujarnya.

Honor ini, diakuinya, masih minim, namun itu disesuaikan dengan kemampuan RSUD. Dalam penanganan pemulasaraan satu orang jenazah melibatkan tiga sampai orang. “Karena kita di rumah sakit ada enam orang petugas, empat laki-laki dan dua perempuan,”ujarnya. Sehingga kalau diakumulasi sekali pemulasaraan jenazah, honor petugas bisa Rp 300-400 ribu.

Pihak RSUD sendiri tidak menganggarkan honor dalam satu tahun, karena pihaknya tidak bisa menduga-duga jumlah kasus meninggal.

Sementara jumlah pasien Covid-19 yang ditangani sekarang ini sebanyak 15  terdiri dari pasien positif Covid-19 4 orang, sedangkan suspek 11 orang. Sehingga BOR di RSUD pun bisa ditekan 13 persen. Namun yang menjadi kendala, pasien reguler (umum) atau non Covid-19 mulai naik. Lantaran pihaknya tidak memiliki ruang perawatan yang memadai untuk pasien reguler.

Pihaknya pun tetap mempermaklumkan ke keluarga pasien, bahwa ruang perawatan di RSUD terbatas, karena sesuai kebijakan pusat perawatan diarahkan untuk pasien Covid-19. Meski demikian, kalau tren Covid-19 menurun, ia pun akan mengubah kembali ruang perawatan Covid-19 itu menjadi reguler. “Segera kita siapkan lagi untuk penanganan pasien reguler,” imbuhnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional