Kasus Melonjak, Pemda Lotim Tambah Tempat Isolasi Pasien

H. M. Sukiman Azmy. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Melonjaknya kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Pasalnya per tanggal 22 Februari 2021, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai angka 1.008 orang. Terkait hal ini, Pemda Lotim menambah tempat isolasi yaitu Puskesmas Aikmel dan Puskesmas Keruak.

Hal ini disampaikan Bupati Lotim, Drs. H. M. Sukiman Azmy, M.M., dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 22 Februari 2021. Menurut bupati, bertambahnya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini penanganannya cukup baik di RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Rumah Sakit Lombok Timur (RSLT). Namun untuk mengintensifkan penanganan, Pemda Lotim menyiapkan dua tempat isolasi baru, yaitu Puskesmas Aikmel dan Puskesmas Keruak dengan kapasitas masing-masing 50 orang.

Iklan

Di samping itu, bupati mengaku sudah menginstruksikan kepada semua desa untuk melakukan pengamanan sebagaimana instruksi gubernur yang merupakan penjabaran dari pemerintah pusat . Bupati sudah memberikan instruksi secara tertulis kepada camat dan pemerintah desa untuk menyiapkan isolasi mandiri di masing-masing desa di samping penyekatan desa.

Langkah ini menurut bupati sangat efektif untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 yang saat ini terus bertambah. Kebijakan ini menuntut desa harus berperan aktif dan serius menyikapi situasi pandemi Covid-19. “Ketika desa sudah membuat isolasi mandiri dan penyekatan-penyekatan terhadap keluar masuknya orang di desa itu. Maka penyebaran Covid-19 akan berkurang,”terang bupati.

Kebijakan penyekatan di masing-masing desa, menurut bupati tentu harus didukung terkait kesiapan anggaran. Bupati menyebut akan melakukan recofusing kembali anggaran minimal 8 persen sebagaimana arahan dari pemerintah pusat. Untuk itu, Minggu depan akan koordinasi bersama DPRD Lotim untuk pengalokasian anggaran dari APBD untuk menangani Covid-19 di tahun 2021. Sementara untuk DAU sudah dipotong sebesar 4 persen.   “Kita akan rembuk dengan DPR. Semoga ada dana-dana yang bisa dipangkas untuk direcofusing,” pungkas bupati. (yon)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional