Kasus Marching Band 2017, Harga Pembanding Belum Ketemu

Haris Dinzah. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penanganan kasus pengadaan alat kesenian marching band untuk SMA/SMK tahun 2017 belum juga selesai. Petunjuk jaksa terkait harga pembanding item barang belum juga ditemukan. “Kita akan penuhi apa yang menjadi petunjuk jaksa,” kata Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, kemarin.

Pengusutan kasus ini sudah bergulir sejak tahun 2018 lalu. Awalnya mulus mulai dari penyelidikan. Naik ke tahap penyidikan. sampai ke penetapan tersangka. Namun, kemudian terkatung-katung soal harga pembanding. Harga pembanding ini berkaitan dengan kerugian negara.

Iklan

Tersendatnya kasus ini juga sampai dibawa ke meja koordinasi dan supervisi KPK. Tapi masih tetap buntu juga. “Kita berupaya menyelesaikan kasus ini,” sebut dia.

Dalam kasus itu dua orang ditetapkan sebagai tersangka. yakni mantan Kasi Kelembagaan dan Sarpras Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud Provinsi NTB Muhammad Irwin selaku PPK proyek.

Kemudian Lalu Buntaran, Direktur CV Embun Emas, rekanan pemenang tender ditetapkan sebagai tersangka.

Dua tersangka itu diduga mendesain pengadaan paket proyek. Tujuannya, agar hanya CV Embun Emas yang bisa memenangkan tender. Pengaturan itu diduga dibuat untuk dua paket proyek. Paket pertama untuk pengadaan di lima SMA Negeri. paket pertama ini akhirnya memang dimenangi CV Embun Emas dengan nilai penawaran Rp1,57 miliar.

Paket proyek kedua yang ditender senilai Rp1,062 miliar. Paket kedua ini untuk pembagian ke empat SMA swasta. Pada tender paket kedua ini, CV Embun Emas memenangi tender dengan penawaran Rp982,43 juta. Penghitungan kerugian negara BPKP Perwakilan NTB menemukan penyimpangan sebesar Rp702 juta. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional