Kasus MAN IC Lotim, Penyidik Limpahkan Lagi Berkas Tersangka

Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB menaikkan berkas kasus dugaan penyimpangan proyek gedung MAN IC Lombok Timur, Senin, 29 Oktober 2018. Penyidik melimpahkan lagi berkas ke jaksa peneliti setelah melengkapi petunjuk P-19 jaksa. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB melimpahkan lagi berkas tersangka kasus proyek gedung MAN Insan Cendekia Lombok Timur. Berkas sebelumnya dikembalikan karena tidak lengkap. Berkas itu masih perlu diteliti jaksa lagi.

Penyidik mengantarkan berkas ke jaksa Kejati NTB, Senin, 29 Oktober 2018. Berkas sebanyak tiga eksemplar yakni tersangka PPK proyek, YS mantan pejabat perencana Kemenag Lombok Timur; dan tersangka pihak rekanan pasangan suami istri, Direktris PT EM berinisial RB dan Komisaris, WK.

Iklan

“Berkas kita limpahkan lagi ke jaksa untuk diteliti kembali,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Syamsudin Baharuddin, dikonfirmasi kemarin. Dia menerangkan, berkas tersebut dilengkapi dengan hasil pemeriksaan tambahan sejumlah saksi. Termasuk di antaranya keterangan tambahan masing-masing tersangka.

“Isinya kan materi penyidikan. Ya intinya unsur materiil dan unsur formilnya yang kita penuhi,” ucapnya. Selanjutnya, pihaknya menunggu hasil penelitian berkas oleh jaksa. Jika dapat dinyatakan lengkap, maka kemudian tersangka dan barang bukti akan segera dilimpahkan.

Para tersangka diduga bersekongkol mengakali pekerjaan proyek senilai Rp9,6 miliar tersebut. Penyidik menemukan indikasi pidana korupsi penyimpangan volume pekerjaan yang tanpa dilakukan pengawasan konsultan.

Penyimpangan dalam proyek pembangunan dapur dan asrama putra senilai Rp9,6 miliar merugikan keuangan negara Rp750 juta, sesuai hasil penghitungan auditor BPKP Perwakilan NTB. Para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 UU RI No. 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Meski demikian, para tersangka tidak ditahan. Penyidik mengklaim para tersangka tidak berupaya melarikan diri. Selama proses penyidikan mereka kooperatif. (why)