Kasus Kredit Perumahan Dompu, Jaksa Siapkan Ekspose Penetapan Tersangka

Juru Bicara Kejati NTB, Dedi Irawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Jaksa penyidik Kejati NTB akan mengevaluasi perkembangan penyidikan kasus pengucuran kredit perumahan Dompu. Keterangan saksi-saksi dan barang bukti yang sudah didapat dibahas dalam ekspose. Akan ditentukan langkah penanganan selanjutnya.

“Sampai sekarang belum ada penetapan tersangka, nanti kita perlu ekspose dulu,” kata Juru Bicara Kejati NTB, Dedi Irawan ditemui di ruang kerjanya akhir pekan lalu.

Iklan

Sejumlah saksi sudah diperiksa di tahap penyidikan. Diantaranya, mantan Direktur Utama Bank NTB, Komari Subakir; Direktur Bank NTB cabang Dompu, Rusdan; Kepala Bidang dan Analis Kredit, jajaran direksi PT EDM, ahli, dan auditor negara.

“Semua saksi sudah diperiksa. Nanti apabila ada hal yang belum jelas akan diperiksa lagi untuk tambahan,” kata Dedi.

Kasus kredit perumahan rakyat Bank NTB cabang Dompu terindikasi merugikan keuangan negara sebesar Rp6,3 miliar, menurut hasil perhitungan BPKP perwakilan NTB.

Kerugian timbul diduga akibat kredit yang dikucurkan Bank NTB kepada perusahaan properti PT EDM, digunakan tidak sesuai persetujuan. Perusahaan tersebut pihak tunggal penerima kredit.

Total kredit semula sebesar Rp10 miliar. Sisanya Rp3,7 miliar ditunda menunggu proses hukum berjalan. Jaksa menyebut kredit tetap dikucurkan sementara perumahan yang dibangun belum memiliki konsumen.

Proses kredit diduga tidak ada agunan, atau jaminan yang diberikan debitur kepada kreditur. Agunan itu juga harus didaftarkan ke BPN. Namun, sejauh klarifikasi yang dilakukan penyidik, tidak ada agunan yang dimaksud.

Jaksa juga menduga ada SOP yang tidak dilalui seperti studi kelayakan mempertimbangkan calon debitur.

Selain itu, permohonan kredit tidak menyertakan bouwheer tentang penunjukan pelaksanaan pekerjaan rumah bersubsidi. Dugaan pelanggaran lainnya, debitur tidak menyertakan agunan dalam pencairan modal kerja. (why)