Kasus Ketenagakerjaan Didominasi Kalangan Perhotelan

Tanjung (Suara NTB) – Kasus ketenagakerjaan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai bermunculan. Ironinya lagi, kasus-kasus itu kebanyakan berasal dari kalangan perhotelan yang notabene menangguk untung besar dari tingginya angka kunjungan wisatawan ke KLU.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi KLU Intiha, SIP, melalui Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, Abdul Khairul Mas, Jumat, 5 Agustus 2016, mengungkapkan hingga pertengahan tahun 2016 ini tercatat sekitar 20 kasus ketenagakerjaan yang masuk. Mayoritas kasus yang diadukan menyangkut kalangan pekerja hotel.

Iklan

“Tahun ini jumlah yang masuk 20 kasus, beberapa sudah kita seleseikan tetapi ada juga yang masih berproses,” ungkapnya.
Dikatakannya, salah satu kasus yang masih dalam proses terkait aduan pekerja yang tidak memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR) saat lebaran lalu. Kasus ini sendiri dilaporkan 7 pekerja yang bekerja di salah satu hotel Gili Trawangan.

Oleh dinas, persoalan ini pun disikapi secara serius. Pasalnya, sesuai regulasi, THR wajib dibayarkan perusahaan kepada pekerjanya. “Kami sudah bersurat ke manajemen hotelnya, tapi tidak ada jawaban. Pernah sekali kami kontak, tetapi jawaban yang kami dapat dari GM hotelnya justru tidak mengenakan,” sambung Khairul.

Belakangan kata dia, informasi yang diterima menyebut bahwa para pekerja yang telanjur kecewa itu memilih mengundurkan diri. Namun demikian, pihaknya akan tetap mengupayakan agar kasus tersebut diselesaikan.

Dalam persoalan ini, menurut dia, seharusnya terjalin kesepahaman bersama antara perusahaan dan pekerja. Sebab dalam UU Nomor 13 tahun 2003 sudah jelas diatur hak dan kewajiban masing-masing pihak. Sayangnya, adanya sejumlah ketentuan dalam regulasi yang tidak dipenuhi akhirnya memunculkan polemik.

Sebagai mediator dalam penyelesaian konflik pekerja dan perusahaan, Khairul menambahkan, pihaknya akan mencoba menjembatani penyelesaian tanpa memberatkan atau merugikan salah satu pihak. Namun bilamana persoalan ini tak bisa diselesaikan, maka kasus ini akan dilanjutkan ke Pemprov. Mengenai hal itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi.

“Kita akan datangi hotel ini. Bagaimanapun, aturan harus ditegakkan. Jika dibiarkan bukan tidak mungkin ke depan ada kasus serupa yang menimpa pekerja lain,” demikian Khairul. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here