Kasus Kematian Pegawai Kementerian PU, Penyidik Bongkar Kuburan Korban

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Polres Sumbawa intens melakukan penyelidikan terhadap kasus penemuan mayat Supri Haryanto (50) pegawai Kementerian PU pada 7 Oktober 2015 lalu. Selama setahun terkubur, akhirnya pihak kepolisian melakukan pembongkaran kubur dan melakukan otopsi terhadap jenazah korban, Selasa, 25 Oktober 2016, menyusul adanya persetujuan pihak keluarga beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Yusuf Tauziri, S.IK kepada Suara NTB menyebutkan, proses pembongkaran kubur dan otopsi dilakukan di TPU Desa Brang Biji, Kecamatan Sumbawa. Sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita. Disaksikan langsung pihak keluarga dan rekan korban. Dalam proses tersebut pihaknya juga meminta bantuan dari tim Dokkes Polda, di-back up Bag Wasidik Diskremum Polda yang dipimpin langsung Kabag Wasidik, AKBP Rustanto. “Tadi kami sudah melakukan bongkar kubur dan otopsi,” katanya.

Iklan

Pihaknya belum bisa menyampaikan secara gamblang apa saja yang ditemukan dari hasil otopsi jenazah korban. Pihaknya tengah menunggu hasil pemeriksaan secara resmi dokter Forensik Dokkes Polda. Selanjutnya pihaknya akan langsung melakukan gelar perkara pukul 16.00 Wita. Dihadiri Bag Wasidik dan penyidik yang menangani kasus serta Kanit Reskrim Polsek Ropang. “Pukul 16.00 Wita kita akan melakukan gelar perkara,” terang Kasat Reskrim.

Dijelaskannya, sesuai SOP gelar perkara awal yang dilakukan guna menentukan apakah dalam peristiwa ini terdapat kejadian pidana atau tidak. Selain itu menentukan apakah sudah ada tersangka atau belum. Kemudian nantinya merencanakan pemanggilan saksi-saksi dan lain-lain. “Itu kita tentukan dalam gelar perkara nanti,” tukasnya.

Disinggung apakah sebelumnya sudah ada yang dicurigai dalam kasus ini, Yusta belum bisa menyampaikannya. Yang jelas pihaknya akan menyampaikan setelah adanya hasil gelar perkara. “Nanti hasil gelar perkara pasti saya sampaikan bagaimana,” pungkasnya.

Almarhum Supri Haryanto (50), seorang PNS yang tinggal di Gang Pendidikan, Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbakar, pada 7 Oktober 2015 lalu. Ia ditemukan di lokasi Kokar Tempoa, Dusun Lamurung, Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar. Sebelum meninggal, korban yang merupakan pegawai Kementerian PU sempat menghilang selama tiga hari. Setelah pamit melakukan survei dan mengawasi proyek hotmix di wilayah Kecamatan Lunyuk, Sumbawa. (ind)