Kasus Kematian Linda, Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pembunuhan

Tim dokter forensik saat mengautopsi jenazah Linda di TPU Karang Medain, Mataram, Senin, 3 Agustus 2020 lalu.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB mengawal penyelidikan kasus Linda Novita Sari (23) yang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung. Ditreskrimum memanggil Polresta Mataram untuk gelar perkara bersama. Indikasi perbuatan yang membuat Linda meninggal sudah masuk agenda penyelidikan.

“Dugaannya bisa ke sana. Tetap bisa. Tapi masih perlu kita kembangkan lagi,” kata Direktur Reskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata dikonfirmasi Jumat, 7 Agustus 2020 menjawab soal dugaan korban yang meninggal karena ada perbuatan penghilangan nyawa sesuai pasal 338 KUHP.

Iklan

Dalam gelar perkara dengan penyidik Polresta Mataram, Hari menyebutkan pembahasannya berkaitan dengan hasil olah TKP, hasil visum, serta otopsi yang sampai saat ini hasilnya belum keluar. “Masih perlu pendalaman lagi,” ucapnya.

Bukti dan pemeriksaan saksi sejauh ini, imbuh dia, sudah menjadi pegangan penyidik untuk mendalami kasus ini yang bukan semata bunuh diri. Melainkan ada serangkaian peristiwa yang membuat nyawa calon mahasiswi magister hukum Fakultas Hukum Unram itu melayang.

“Dugaan awalnya gantung diri. Tapi sampai saat ini kita belum berani menyimpulkan apapun sebelum ada hasil otopsi. Begitu ada hasil otopsi nanti kita dalami lagi,” tandas Hari. Sampai Kamis lalu, total 23 saksi yang sudah diperiksa. Tetapi penyelidikan ini belum mengerucut karena laporan hasil otopsi jenazah korban pada Senin lalu masih susun tim dokter forensik.

Meninggalnya Linda yang ditemukan jasadnya di BTN Royal Mataram pada Sabtu, 25 Juli 2020 menyisakan kejanggalan bagi pihak keluarga. Hal itu pun langsung ditindaklanjuti dengan laporan pengaduan yang disampaikan tim kuasa hukum Montani Para Liberi Wapala Fakultas Hukum Unram.

Tim kuasa hukum yang diwakili M Jihan Febriza mengungkapkan kejanggalan pada jasad korban. Diantaranya, luka lebam di ketiak kiri dan kanan, luka cakar di bawah perut, lebam di perut bagian tengah atau bagian ulu hati, serta pendarahan yang keluar dari pangkal paha jenazah, baik saat disemayamkan maupun sampai saat dikuburkan.

“Kami berkeyakinan ini ada peristiwa, rangkaian peristiwa yang membuat seseorang meninggal dunia. Menurut kami, dari kesaksian keluarga maupun teman-teman, korban ini bukan bunuh diri,” ucap Jihan dalam kesempatan wawancara sebelumnya.

Korban Linda ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia dengan posisi tergantung, pada Sabtu sore, 25 Juli 2020 sore sekitar pukul 16.30 Wita. Jenazah Linda tergantung di bagian leher dililit tali oranye di ventiliasi rumah.

Rumah tersebut ditinggali kekasihnya, Rio (22) yang pada Jumat, 24 Juli 2020 sampai Sabtu, 25 Juli 2020 terdeteksi berada di Denpasar, Bali. Sementara hasil visum awal, korban diperkirakan meninggal lebih dari 24 jam sebelum ditemukan. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here