Kasus Kekerasan Anak Naik 55,8 Persen

Ni Made Pujewati. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Enam bulan awal 2020 menjadi mimpi buruk bagi upaya perlindungan anak. Polda NTB mencatat peningkatan penanganan kasus kekerasan anak yang meningkat sampai 55,8 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 tidak membuat pelaku kekerasan melunak.

“Selama Januari sampai Juni ini ada 187 kasus kekerasan anak yang diselidiki,” beber Kasubdit IV Remaja Anak Wanita Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujewati ditemui akhir pekan lalu perihal refleksi Hari Anak Nasional.

Iklan

Dia menjelaskan, pada periode yang sama pada tahun 2019, kasus kekerasan tercatat 120 kasus. Jika dibandingkan dengan tahun 2020 ini, maka ada peningkatan 67 kasus atau setara 55,8 kasus. Hampir setengah dari total kasus sebelumnya.

Pujewati menambahkan, jenis kekerasan terhadap anak yang paling besar adalah persetubuhan dengan 77 kasus, disusul pencabulan dengan 35 kasus, dan penganiayaan 34 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Dompu dengan 31 kasus, kemudian Lombok Tengah 28 kasus, dan Sumbawa 24 kasus.

“Jadi di masa pandemi ini, masyarakat kan diimbau diam di rumah. Kita asumsikan pengawasan meningkat tetapi ternyata tidak demikian. Ini yang terjadi malah sebaliknya,” jelasnya.

Dia menganalisa faktor pandemi ini juga memang belum tentu menciptakan kondisi anak dalam kondisi rentan terhadap kekerasan seksual. Namun, seharusnya orang tua atau pihak keluarga menjadi lebih kuat komitmen dalam mengawasi anak.

“Memang tidak bisa dipungkiri juga para pelaku ini adalah orang-orang yang dekat dengan anak, atau sekurangnya orang yang dikenal oleh korban anak tersebut sehingga anak dalam kondisi rentan,” pungkas Pujewati. (why)

  Kasus Anak SD Saling Sodomi Terjadi di Mataram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here