Kasus Jembatan Ambruk Menggantung, Begini Alasan Polres Lotim

Selong (Suara NTB) – Penanganan kasus jembatan ambruk yang merupakan jalur penghubung antara Kelurahan Pancor dan Kelurahan Sekarteja Kecamatan Selong Lombok Timur (Lotim), sejauh ini masih terkesan menggantung. Pasalnya, aparat Polres Lotim kesulitan menuntaskan kasus ini, lantaran hasil uji laboratorium dari Institut Sepuluh November (ITS) Surabaya belum turun.

Kapolres Lombok Timur (Lotim), AKBP. Wingky Adhitiyo Kusumo, SIK, MH, Selasa, 21 Maret 2017 mengakui jika hingga saat ini pihaknya belum menerima hasil uji laboratorium terhadap sejumlah sampel material jembatan yang dilakukan pihak ITS. Akibatnya, penanganan kasus ini tidak bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan oleh sejumlah pihak.

Iklan

Diketahui dalam tahap I ini, nilai kontrak sebesar Rp. 1.360.125.770 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas PU pada tahun 2015. Kala itu, proyek tahap I ini dikerjakan selama tiga bulan yakni, bulan Oktober, November dan Desember 2015 dengan kontraktor CV. Marong asal Masbagik. Mengarahnya penyelidikan terhadap pengerjaan pangkal jembatan ini lantaran diduga pengerjaannya tidak sesuai dengan spek yang seharusnya.

Kendati demikian, lanjutnya, Satreskrim Polres Lotim yang menangani kasus jembatan ambruk yang telah menewaskan sebanyak 6 pekerja pada saat pengerjaan tahap II terus dikomunikasikan dengan pihak ITS. Namun belum diketahui secara jelas alasan belum turunnya hasil uji laboratorium itu. Sedangkan pada tahap II dengan ditetapkannya satu orang tersangka, yaitu kepala tukang, pengerjaan yang dilakukan berupa pembuatan bantalan jembatan dengan anggaran senilai Rp 760 juta dengan kontraktor CV Pilar Mandiri.

Dalam hal ini, pihaknya akan tetap berusaha menuntaskan kasus jembatan ambruk yang menewaskan sebanyak 6 pekerja yang merupakan warga lokal ini.

Pantauan Suara NTB, pascaambruknya jembatan, saat ini kelanjutan pembangunan jembatan penghubung dua kelurahan itu belum jelas arah tujuan pembangunannya. Di mana, untuk kelanjutannya harus mendapatkan rekomendasi dari Polres Lotim yang menangani kasus itu lantaran adanya indikasi dugaan korupsi. Kondisi jembatan saat ini mangkrak serta bagian jembatan dipenuhi tanaman liar. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here