Kasus ITE, SMI Kembali Gelar Aksi di DPRD NTB

Mataram (suarantb.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), kembali mengelar aksi di kantor DPRD NTB, Rabu, 28 September 2016. Mereka menuntut DPRD segera mendesak pihak STMIK Bumigora Mataram untuk mencabut laporan salah seorang mahasiswa yang diduga mencemarkan nama baik kampus.

Salah seorang massa aksi, Bayu Aryadani menyebutkan, sebelumnya 5 September 2016 telah terjadi kesepakatan bahwa pihak STMIK Bumigora Mataram akan  mencabut laporan. Namun, hingga sekarang pihak kampus belum kunjung mencabut laporannya.

Iklan

“Justru pada Jumat besok, sembilan orang mahasiswa akan dipanggil pihak kepolisian untuk dilakukan penyidikan dan interogasi. Ini membuktikan pihak STMIK Bumigora tidak ada itikad  baik,” ujar Bayu saat ditemui di Kantor DPRD Provinsi NTB, Rabu, 28 September 2016.

Jumat depan,  sembilan mahasiswa akan dipanggil Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB untuk diinterogasi. “Sebelumnya cuma satu orang yang dipanggil, bertambah menjadi lima orang, dan sekarang bertambah menjadi sembilan orang,” ungkapnya.

Diketahui, hasil kesepakatan sebelumnya antara mahasiswa dan pihak kampus yang dimediasikan langsung oleh Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH.  Pada poin kedelapan menyatakan pihak STMIK Bumigora akan mencabut laporan ke kepolisian terkait kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap kampus. Namun, hingga kini kasus tersebut masih terus ditangani pihak kepolisian.

“Kelambanan dari DPRD menakutkan kita akan menyeret teman-teman kami dari status saksi menjadi tersangka. Sehingga kami terus mendesak DPRD untuk aktif mendesak Pihak STIMIK mencabut laporannya,” ucapnya.

Unjuk rasa mahasiswa hanya ditemui Humas DPRD NTB, dikarenakan anggota dewan sedang berada di luar daerah. (szr)