Kasus Intensif Covid-19 di NTB Terus Meningkat

Ilustrasi petugas yang menangani Covid-19. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Meningkatnya kebutuhan ruangan dan alat untuk perawatan intensif pasien virus Corona (Covid-19) mendapat respons cepat dari Pemprov NTB. Salah satunya dengan mempercepat pembangunan gedung Trauma Center Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB untuk dimanfaatkan sebagai rumah sakit darurat Covid-19.

Direktur RSUD NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, menerangkan, ketersediaan ruan rawat dan alat saat ini memang menjadi alasan utama dilakukannya pembangunan rumah sakit darurat tersebut. Pasalnya, kapasitas ruangan yang disediakan pihaknya saat ini hampir mencapai limit.

Iklan

‘’Dari 89 tempat tidur yang sudah dinaikkan menjadi 104 beserta ruang intensif itu penuh semua. Jadi termasuk ruang intensif yang kita siapkan itu penuh juga, begitu kondisinya saat ini,’’ jelas Fikri saat dikonfirmasi, Rabu, 29 Juli 2020 di Mataram.

Dengan dibangunnya rumah sakit darurat Covid-19 di RSUD NTB pihaknya berharap kebutuhan ruang rawat untuk pasien intensif dapat ditanggulangi. Terlebih saat ini tren kondisi pasien yang membutuhkan perawatan intensif tersebut terus bertambah.

Diterangkan, untuk komposisi pasien Covid-19 di RSUD NTB saat ini terdiri dari pasien intensif, gejala berat dan gejala sedang. Sedangkan untuk pasien gejala ringan dan tanpa gejala telah dialihkan untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Asrama Haji dan Wisma Tambora.

Berdasarkan pantauan pihaknya, Fikri menyebut tren pasien intensif Covid-19 yang diterima saat ini terus meningkat di atas 5 persen. Peningkatan tersebut juga diikuti oleh pasien dengan gejala berat.

‘’Dulu komposisinya 5 persen butuh perawatan intensif. Kemudian 15 persen kasus berat dan 80 persen kasus sedang. Sekarang itu sudah bergeser, karena ada tren pasien terlambat dibawa dan menunda dirujuk karena banyak faktor,’’ jelasnya.

Diterangkan, pasien yang membutuhkan perawatan intensif sebagian besar adalah pasien-pasien yang mengalami gagal napas karena mengidap Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Untuk itu, pasien membutuhkan penanganan intensif dengan ventilator.

‘’Yang bisa kita berikan maksimal dengan ventilator langsung masuk ke paru-parunya. Jadi bisa 100 persen memeriksa oksigen kalau orang yang tidak berfungsi paru-parunya,’’ jelas Fikri. Menurutnya, hal tersebut yang menjadi kendala dalam penanganan Covid-19 di NTB saat ini.

Saat ini RSUD NTB sendiri dilengkapi dengan 6 ventilator yang telah digunakan seluruhnya oleh pasien Covid-19.  ‘’Saat ini pasien dewasa penuh menggunakan ventilator. Total ruang intensif kita naikkan dari 2 yang ada menjadi 6 untuk dewasa, 2 untuk anak, dan 2 untuk NICU,’’ ujarnya.

Ke depan pihaknya telah mengajukan penambahan ventilator untuk mengakomodir kebutuhan pasien Covid-19 di NTB. Terutama mengikuti pembangunan rumah sakit darurat di RSUD NTB. ‘’Kita masih mau tambah lagi kalau kasus bertambah terus. Kemarin sudah kita ajukan juga ke Kementerian Kesehatan, Sekaran Ibu Kadikes sedang mengurus itu di pusat. Kita minta tambahan 6 ventilator,’’ ujar Fikri. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here