Kasus IGD/ICU RSUD KLU, Jaksa Siapkan Ekspose Penetapan Tersangka

Dedi Irawan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kejati NTB menyiapkan ekspose penetapan tersangka kasus pembangunan ruang IGD dan ICU RSUD KLU tahun anggaran 2019. Jaksa sudah menerima perhitungan kerugian negara untuk proyek IGD. Sementara untuk proyek ICU sedang tahap penghitungan.

“Kita akan segera tetapkan tersangka,” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan dikonfirmasi Minggu, 25 Juli 2021. Penetapan tersangka ini setelah jaksa penyidik mengantongi alat bukti audit kerugian negara. Eskspose ini merupakan mekanisme internal kejaksaan dalam proses penanganan perkara. Dalam prosesnya, sebenarnya jaksa sudah bisa langsung menggelar ekspose penetapan tersangka untuk proyek IGD. Sebab, sudah ada audit kerugian negara dari Inspektorat Provinsi NTB. Yang menyatakan kerugian negara sebesar Rp249 juta.

Iklan

Tetapi, urung dilakukan karena masih menunggu hasil audit proyek ICU. “Memang berkasnya terpisah. Tetapi penanganannya satu kesatuan. Jadinya nanti tunggu lengkap saja sekalian kita ekspose penetapan tersangkanya,” imbuh Dedi. Proyek penambahan ruang IGD RSUD KLU dianggarkan dalam APBD 2019 sebesar Rp5,41 miliar.

Tender proyek tersebut dimenangi PT Batara Guru Group dengan penawaran Rp5,1 miliar.  Sementara proyek penambahan ruang ICU RSUD KLU ditender dengan pagu anggaran Rp6,7 miliar. Proyek ini dikerjakan PT Apro Megatama dengan kontrak Rp6,4 miliar. Untuk dua proyek lainnya yang dikerjakan PT Apro Megatama, yakni penambahan ruang rawat inap kelas I, II, dan III dengan kontrak Rp4,87 miliar. Serta proyek pembangunan gedung farmasi kontrak Rp3,98 miliar. Keduanya, dihentikan penyelidikannya. “Tidak diteruskan ke tahap penyidikan tetapi ditangani secara administrasi karena tidak ditemukan unsur perbuatan melawan hukumnya,” tandas Dedi. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional