Kasus IGD-ICU RSUD KLU 2019, Tersangka Rekanan Pelaksana Diperiksa

Penerima kuasa Direktur PT Batara Guru Group, MR (tengah) didampingi penasihat hukumnya Iskandar (paling kanan), Rabu, 24 November 2021 meninggalkan gedung Kejati NTB usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus proyek IGD-ICU RSUD KLU tahun 2019.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kejati NTB melanjutkan pemeriksaan tersangka kasus proyek IGD-ICU RSUD KLU tahun 2019. Penerima kuasa direktur perusahaan pemenang tender, MR menjalani pemeriksaan Rabu, 24 November 2021. Pemeriksaannya terkait proses pengerjaan proyek senilai Rp5,1 miliar tersebut.

MR usai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 11.30 Wita. Dia diperiksa sejak pukul 09.00 Wita. Didampingi penasihat hukumnya Iskandar. “Hanya lanjutan pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya,” ujarnya sambil berjalan meninggalkan gedung Kejati NTB. Iskandar mengklaim, peran kliennya tidak signifikan dalam pengerjaan proyek tersebut. Dia menimpakan pertanggungjawaban kepada orang lain. “Dia hanya mengerjakan apa yang disuruh saja,” sebutnya.

Iklan

Terpisah, Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan membenarkan mengenai pemeriksaan tersebut. Meski demikian dia enggan menjelaskan mengenai materi pemeriksaan. “Pada intinya terkait dengan formil dan materiilnya perkara ini,” ucapnya.

MR merupakan salah satu dari lima tersangka kasus IGD-ICU RSUD KLU tahun anggaran 2019. MR bertindak selaku rekanan pelaksana yang meminjam bendera PT Batara Guru Group yang memenangi tender proyek.

Tersangka lainnya antara lain mantan Direktur RSUD KLU dr SH, pejabat pembuat komitmen HZ, Direktur Indomulya Consultan LFH selaku konsultan pengawas, serta staf konsultan pengawas DKF, yang kini menjabat Wakil Bupati Lombok Utara.

Dugaan penyimpangan dalam proyek IGD-ICU terkait dengan kelebihan pembayaran terhadap pekerjaan proyek. Dalam kata lain, pada proyek yang diputus kontrak ini ditemukan kekurangan volume pekerjaan. Pembayarannya diduga tidak sesuai dengan realisasi pekerjaan.

Dari hasil audit, kerugian negara akibat korupsi ini mencapai Rp742,75 juta. Proyek penambahan ruang IGD-ICU RSUD KLU dianggarkan melalui APBD KLU tahun anggaran 2019. Proyek kemudian ditender dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp5,41 miliar. Tender proyek ini kemudian dimenangkan PT Batara Guru Group dengan harga penawaran Rp5,15 miliar. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional