Kasus IGD-ICU RSUD KLU 2019, Temuan Kerugian Negara Diabaikan

Dedi Irawan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kasus proyek penambahan ruang IGD-ICU RSUD KLU tahun 2019kini sudah ditangani di tahap penyidikan. Bahkan sudah ada penetapan enam tersangka. Salah satunya, Danny Karter Febrianto, Wakil Bupati Lombok Utara yang pada proyek itu sebagai staf ahli konsultan pengawas. Pekerjaan proyek yang diputus kontrak ini sebelumnya terdapat temuan potensi kerugian negara.

“Temuannya itu sekitar Rp500-an juta,” beber Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan meneruskan Aspidsus saat dikonfirmasi pekan lalu. Temuan potensi kerugian negara itu dapat ditindaklanjuti secara administrasi dengan mengganti sejumlah kerugian tersebut.

Iklan

Meski demikian, penyelesaian secara administrasi ini tidak juga diselesaikan. Meskipun sudah diberi waktu paling lama 60 hari sejak hasil audit tersebut diserahkan. “Tidak pernah ditindaklanjuti. Sampai saat ini belum ada catatan pengembalian kerugian negara dari temuan itu,” jelasnya.

Temuan kerugian negara ini diduga diakibatkan perbuatan korupsi yang sudah ditemukan bukti dan alat bukti mengenai perbuatan melawan hukumnya. Sehingga kasus dilanjutkan ke penyidikan. Salah satunya mengenai dugaan capaian realiasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan yang dilaporkan.

“Ada selisih antara yang sebenarnya dengan yang dipertanggungjawabkan. Seharusnya uang yang keluar tidak senilai itu apabila memperhitungkan hasil pekerjaan yang semestinya,” urainya.

Tersangka dalam kasus ini antara lain, mantan Direktur RSUD KLU berinisial SH selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), pejabat pembuat komitmen HZ, kuasa direktur PT Batara Guru Group MR selaku rekanan pelaksana, dan Direktur CV Indomulya Consultant LFH selaku konsultan pengawas, serta staf ahli CV Indomulya Consultan Danny Karter Febrianto (DKF).

Dugaan penyimpangan dalam proyek IGD-ICU menyeret Wakil Bupati Lombok Utara Danny karter Febrianto ketika menjadi staf ahli pada konsultan pengawas di bawah bendera CV Indomulya Consultan.

Dalam proyek IGD-ICU RSUD KLU, Danny mendapatkan kuasa sebagai subkonsultan. Konsultan pengawas menyatakan capaian pekerjaan yang tidak sesuai realisasi pekerjaannya. Proyek ini mangkrak sehingga diputus kontrak di tengah jalan.

Ruangan yang seharusnya bangunan dua lantai ini hanya dikerjakan sampai pada pemasangan beton. Realisasinya hanya 32 persen sampai batas waktu kontrak. Volume pekerjaan diduga kurang dari pembayaran. Dari hasil audit, kerugian negaranya mencapai Rp742,75 juta.

Proyek penambahan ruang IGD-ICU RSUD KLU dianggarkan melalui APBD KLU tahun anggaran 2019. Proyek kemudian ditender dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp5,41 miliar. Tender proyek ini kemudian dimenangkan PT Batara Guru Group dengan harga penawaran Rp5,15 miliar. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional