Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bima Capai Ratusan

Rifai. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Bima mencapai angka ratusan dalam kurun waktu satu terakhir ini. Bahkan jumlah kasus itu tersebar di 16 wilayah Puskesmas di daerah setempat.

Berdasarkan data Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bima, (Dikes) Kabupaten Bima, secara kumulatif dari bulan Januari sampai dengan Oktober 2020 sebanyak 169 kasus.

“Rinciannya ada 28 kasus HIV dan 141 kasus AIDS,” kata Kabid P2P Dikes Kabupaten Bima, Rifai S.Sos M.AP kepada Suara NTB, Rabu, 2 Desember 2020.

Rifai lebih lanjut mengatakan jumlah kasus itu terdapat di 16 wilayah Puskesmas. Kata dia, kasus HIV/AIDS terbanyak ada di Kecamatan Sape yakni sebanyak 25 kasus dan disusul Kecamatan Woha 20 kasus.

Kemudian di Kecamatan Bolo 16 kasus Kecamatan Ambalawi dan Monta ada 14 kasus. Kecamatan Madapangga dan Palibelo ada 12 kasus serta Kecamatan Belo 11 kasua, Kecamatan Wera 9 kasus, Lambu 8 kasus, Kecamatan Wawo dan Langgudu ada 7 kasus.

“Sisanya Kecamatan Donggo 6 kasus, Kecamatan Parado 2 serta kasus terkecil ada diwilayah Langgudu Timur dan Pai hanya 1 kasus,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan penyebab ODHA adalah bergantian pasangan. Pada saat berhubungan badan juga tidak menggunakan kondom serta menggunakan jarum suntik secara bersamaan. “Penderita ODHA di Kabupaten Bima kebanyakan dibawa dari luar (tidak langsung),” ujarnya.

Menurut Rifai, tidak langsung yang dimaksud yakni adanya warga Kabupaten Bima yang bekerja keluar negeri seperti Malaysia, Brunei dan Kota besar di Indonesia lainnya yang sebagian besar berhubungan dengan WTS tanpa menggunakan kondom. “Setelah pulang ke Bima membawa HIV dan AIDS dan menular ke istri,” ujarnya.

Ia menambahkan, separuh ODHA di Kabupaten Bima kebanyakan menderita AIDS ketimbang HIV. Menurutnya HIV hanya baru gejala awal yang bisa diobati. Sementara AIDS menunggu akhir hidupnya (tak bisa diobati). “Kebanyakan AIDS daripada HIV,” pungkasnya. (uki)