Kasus Gedung Balai Nikah Labangka, Jaksa Ekspose dengan Auditor

Iwan Setiawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kejari Sumbawa sedang mengerjakan pemberkasan dua tersangka dugaan korupsi pembangunan gedung balai nikah KUA Kecamatan Labangka, Sumbawa. Berkas dua tersangka yakni JS dan MF belum rampung. Berkas dihitung lengkap apabila sudah ada hasil penghitungan kerugian negara dari BPKP.

“Untuk audit kerugian negara kita sudah ekspose di BPKP,” ungkap Kepala Kejari Sumbawa Iwan Setiawan dikonfirmasi kemarin.

Iklan

“Belum selesai auditnya,” imbuh dia via telepon.

Dia menambahkan, BPKP Perwakilan NTB berkordinasi dengan Kementerian Agama RI untuk keperluan audit tersebut. Hal itu berkaitan dengan perencanaan dan penganggaran proyek pembangunan balai nikah.

Selain itu, hasil cek fisik tim ahli konstruksi juga diserahkan kepada auditor untuk tambahan berkas penghitungan kerugian negara. ”Kalau auditnya cepat, lebih cepat juga kita menyelesaikan penanganan kasus ini,” tegas Iwan.

Proyek pembangunan balai nikah dan manasik haji KUA Kecamatan Labangka merupakan salah satu dari 11 proyek serupa di NTB. Proyek di Labangka menelan anggaran sebesar Rp1,5 miliar yang disalurkan melalui Kemenag Kabupaten Sumbawa.

CV Samawa Talindo Resort memenangi tender proyek itu dengan penawaran Rp1,24 miliar pada tahun 2018 lalu. Proyek tidak selesai tuntas. Dari hasil cek fisik tim ahli, fisik bangunan hanya selesai 41,56 persen. (why)