Kasus Empat IRT, Terdakwa dan Pelapor Saling Bermaafan

Terdakwa Empat IRT dan Pelapor Saling Bermaafan saat Sidang Lanjutan di PN Praya, Jumat, 26 Februari 2021.

Praya (Suara NTB) -Pengadilan Negeri (PN) Praya, Jumat, 26 Februari 2021, kembali menggelar sidang kasus pelemparan gudang pengolahan tembakau yang menyeret empat ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Wajegeseng Kecamatan Kopang. Selain mengangendakan pembacaan replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas esepsi terdakwa, majelis hakim juga memberikan kesempatan kepada terdakwa serta H.M. Suardi, selaku pelapor dan pemilik gudang pengolahan tembakau untuk saling bermaafan.

Momen tersebut disaksikan langsung para hadirin yang menyaksikan jalannya sidang yang berlangsung di ruang sidang utama PN Praya. “Saya, dengan penuh kesadaran menyampaikan pemohonan maaf sekaligus juga memaafkan tindakan para terdakwa,” ucap H.M. Suardi, di depan majelis hakim PN Praya.

Iklan

Pihaknya berharap dengan saling memaafnya tersebut bisa menjadi dasar pertimbangan mejelis hakim untuk meringankan hukuman para terdakwa. Bahkan kalau bisa menghentikan proses hukum yang menjerat para terdakwa.

Pun demikian, Suardi menegaskan semua keputusan tetap ada di tangan majelis hakim. Apapun keputusan, pihaknya siap menerima. Terpenting sudah ada upaya untuk saling memaafkan. “Dengan kita diberikan ruang untuk saling memaafkan ini saja sudah sangat bersyukur. Sekarang keputusan kita serahkan kepada majelis hakim,” tandasnya.

Terpisah, kuasa hukum empat IRT, Ali Utsman Ahim, S.H., menegaskan mengapresiasi upaya membuka ruang saling bermaafan antara kedua belah pihak. Tentunya, upaya tersebut bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan dari majelis hakim dalam membuat keputusan terkait kasus hukum yang menimpa empat IRT tersebut.

Hanya saja, pihaknya sedikit menyayangkan kenapa kemudian setelah berproses di pengadilan, pihak pelapor menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan maaf. “Seharusnya ini dilakukan sebelum proses persidangan. Tapi apapun itu, tetap kita apresiasi,” tambah kuasa hukum empat IRT lainnya, Apriadi Abdi Negara.

Kini, kasus sudah masuk tahap persidangan. Semua keputusan sepenuhnya ada di tangan majelis hakim. Pihaknya pun dalam hal ini siap menerima apapun keputusan majelis hakim. Jika memang harus dihentikan, pihak akan sangat syukur. Pun kalau kemudian majelis hakim tetap melanjutkan persidangan pekara ini, pihaknya juga sangat siap.

“Prinsipnya, apapun keputusan akhir dari majelis hakim terkait kelanjutan kasus ini kamis dari pihak terdakwa sangat siap,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Asri, S,H., terhadap esepsi para terdakwa JPU yang dipimpin Abdul Haris, S.H., menegaskan pihak tetap mengembalikan kepada dakwaan yang sudah disampaikan sebelumnya. Semua sudah disampaikan dalam dokumen dakwaan pada sidang perdana Senin, 22 Februari 2021.

Usai pembacaan replik JPU, majelis hakim kemudian memutuskan menunda pelaksaan sidang. Untuk selanjutnya akan digelar kembali pada Senin, 1 Maret 2021. Dengan agenda penyampaian putusan sela dari Majelis Hukim PN Praya. (kir)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional