Kasus Embung Sebewe Didalami Kembali

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kendati Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus Embung Sebewe, Desa Sebewe, Kecamatan Moyo Utara, namun jaksa akan mendalami kembali guna menentukan langkah selanjutnya.

“Kami sedang memperdalam lagi. Apakah bisa atau tidak dilimpahkan ke Pengadilan,” kata Kajari Sumbawa, Paryono, SH yang dikonfirmasi, Rabu, 26 Oktober 2016.

Iklan

Diakuinya, dalam kasus ini memang sudah ditetapkan tersangka. Namun belum tentu bisa dilimpahkan ke pengadilan. Apabila setelah diperdalam ternyata ada hal yang tidak terpenuhi unsur-unsurnya, kasusnya bisa dihentikan. Begitu pula apabila terpenuhi unsur-unsur di dalamnya, maka akan dilimpahkan. “Kan belum tentu.  Walaupun sudah ada tersangka, kalau ada hal-hal yang tidak terpenuhi unsur-unsurnya bisa saja terhenti. Bisa juga begitu terpenuhi, kita maju,” pungkasnya.

Saat ditanya terkait Kasus PNPM Lunyuk, disampaikannya pihaknya tengah melakukan pemberkasan. Pihaknya sudah menyelesaikan proses penyidikan. Di mana sudah melakukan penahanan terhadap tersangka. Berkasnya sudah siap tinggal diserahkan ke JPU untuk diteliti. “Insya Allah sudah lengkap. Tim jaksa peneliti yang akan meneliti berkas sudah ada. Setelah itu baru dilimpahkan kepada JPU setelah tahap dua. Setelah tersangka dan barang bukti diserahkan barulah JPU akan membuat rencana dakwaan,” tukasnya.

Sedangkan Kasus Kapal Perintis diakuinya juga masih dilakukan pemberkasan. Pihaknya pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Dimana rencananya pemeriksaan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sementara kasus dugaan penyalahgunaan ADD Bukit Damai, Kecamatan Maluk KSB tahun 2011 dengan tersangka Ms belum dilimpahkan. Sesuai ketentuan, pihaknya harus memanggil tersangka terlebih dahulu sebanyak tiga kali. Meskipun saat ini yang bersangkutan buron dan sudah masuk dalam DPO. Saat ini pihaknya sudah melayangkan panggilan satu kali yang ditujukan ke alamat tersangka. Jika sudah tiga kali dipanggil dan tidak memenuhi panggilan, maka langsung dilimpahkan secara in absentia. “Berkasnya sudah siap, tinggal dilimpahkan,” tukasnya. (ind)