Kasus Eksploitasi Anak Sulit Diatasi

Mataram (Suara NTB) – Kasus-kasus tindak pidana eksploitasi anak di Kawasan Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, masih sulit diatasi. Anak-anak “dipaksa” bekerja sebagai pedagang asongan. Tugasnya menjajakan gelang bagi para wisatawan.

Kasus eksploitasi dengan cara mempekerjakan anak di bawah umur, kawasan objek wisata tersebut diduga terjadi karena lemahnya pemahaman orang tua. Kasus eksploitasi yang menjamur rata-rata dilakukan secara tidak sadar.

Iklan

Satu-satunya langkah untuk menghentikan kasus tersebut, yakni menyadarkan orang tua supaya mereka tidak mempekerjakan anak-anaknya yang masih belia.

Pemerintah memiliki tugas dan tanggungjawab untuk mengatasi hal tersebut. Pemerintah Pusat melalui Kementerain Sosial,  mengutus Deputi Advokasi, Penggerakan dan Informasi Dr. Abidin Syah Siregar untuk berkunjung ke Lombok.

Siregar berkunjung ke wilayah Tanjung Aan di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Jumat, 17 Februari 2017. Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB.Dr. Drs.L. Ma’rifudin, M.Si.

“Tadi kunjungannya ke Tanjung Aan. Beliau sempat berinteraksi dengan anak-anak yang berkeliaran di pantai sambil berjualan,” terang Kepala BKKBN.

Ia berpendapat, proses mengentaskan kasus eksploitasi anak memang tidak semudah membalik telapak tangan. BKKBN memiliki program Orang Tua Hebat. Pihaknya mengakui bahwa program tersebut tidak sepenuhnya telah berjalan optimal.

Sejumlah anak-anak yang berjualan di pantai-pantai, seputar kawasan objek wisata di Lombok Tengah, menurutnya belum saatnya melakukan itu. Anak-anak tersebut, masih dalam tahap asuh yang semestinya fokus mengikuti proses pendidikan.

“Sempat menanyakan sekolahnya bagimana. Dan itu, memang anak-anak yang belum saatnya lah melakukan pekerjaan yang seperti itu,” tegasnya.

Masalah ekonomi dan kemiskinan, menjadi alibi mendasar bagi orang tua maupun anak yang melakoni aktifitas tersebut. Populasi penduduk muskin di kawasan tersebut memang masih menjadi persoalan yang juga belum dapat teratasi. Pemerintah juga harus bekerja ekstra untuk mengarahkan penduduk, supaya terampil sehingga bisa terlibat dalam bisnis pariwisata. (met)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here