Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Ustadz MQ Masuk Tahap Penyidikan

Artanto. (Suara NTB/jun)

Mataram (Suara NTB) – Kasus dugaan ujaran kebencian dalam potongan vidio ceramah ustadz berinisial MQ yang dianggap mendiskreditkan makam keramat di Pulau Lombok, kini masuk babak baru. Polda NTB telah meningkatkan statusnya ke tahap penyidikan. “Dari serangkaian kegiatan kepolisian yang sudah dilaksanakan, penanganannya sekarang masuk tahap penyidikan,” kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Artanto.

Kendati status perkara ini naik, namun dipastikan belum ada penetapan tersangka. Pihaknya masih akan melaksanakan serangkaian penyidikan lanjutan, salah satunya dengan mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi lain, termasuk ustadz MQ sebagai terlapor.

Iklan

“Dalam tahapan ini belum ada tersangka. Terlapor masih berstatus saksi. Bersangkutan akan diperiksa bersama saksi lain yang sebelumnya memberikan klarifikasi dalam proses penyelidikan,” jelasnya. Bahkan untuk memaksimalkan proses penyidikan perkara yang sudah mengundang perhatian banyak pihak ini, Artanto menegaskan pihaknya secara profesional menggandeng sembilan ahli. Langkah ini untuk menguatkan alat bukti sebelum akhirnya nanti menentukan status dari perkara tersebut.

“Sembilan ahli yang kami gunakan ini berasal dari ahli bahasa, pidana, maupun ITE. Ahli yang kami gandeng ini nantinya akan melakukan kajian terkait cuplikan video tersebut,” katanya. Kajian ahli juga dipastikan berlanjut pada hasil penelusuran tim siber melalui sistem forensik digital untuk menemukan akun pengunggah pertama cuplikan video berdurasi 19 detik itu di media sosial Facebook. “Memang tim siber sudah melakukan ‘profiling’. Jadi soal itu, pastinya masuk dalam kajian mendalam oleh ahli,” tandas Artanto. (jun)

Advertisement