Kasus Dugaan Penyimpangan Proyek Pasar Tana Mira Segera Masuki Tahap Penuntutan

Taliwang (Suara NTB) – Kasus dugaan penyimpangan spesifikasi dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada revitalisasi pembangunan pasar Tana Mirah kini memasuki tahap P21. Bahkan untuk tahap II (dua) kasus ini ditargetkan tuntas dalam minggu ini juga.

Kapolres Sumbawa Barat kepada Suara NTB melalui Kasat Reskrim Iptu I Putu Agus Indra Permana, S.IK, Selasa, 13 Desember 2016 menyebutkan, dalam kasus ini pihaknya sudah menetapkan tiga orang tersangka yakni I yang saat itu menjabat sebagai ketua, MY sebagai bendahara, dan SBB sebagai pengawas dan pelaksana proyek.

Iklan

Setelah berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa (Kejari) berkas ketiga tersangka tersebut sudah dinyatakan lengkap (P21). Sehingga sudah layak untuk diajukan ke tahap penuntutan. Selain itu, pihak kejaksaan juga meminta kepada Polres Sumbawa Barat untuk mengajukan tahap II terhadap kasus ini.

“Berkas kasus ini kita upayakan tuntas dalam minggu ini untuk kita serahkan kepada Kejari Sumbawa untuk dilakukan penuntutan,” ungkapnya.

Seraya menambahkan, sementara ini, terhadap tiga tersangka tersebut masih dilakukan penahanan di Mapolres setempat. Mengingat belum lama ini, ketiga tersangka tersebut baru diajukan untuk perpanjangan masa penahanan.

Oleh karenanya paling lambat besok (hari ini, red) pihaknya akan langsung melakukan tahap II terhadap kasus ini. Apabila kasus ini tuntas lanjutnya, maka dalam penanganan kasus korupsi di Polres setempat tinggal satu kasus lagi yang menjadi tunggakan yakni kasus Biogas pada dinas ESDM KSB.

Dalam penanganan masalah kasus Biogas ini pihaknya masih memiliki hambatan. Mengingat pihaknya belum mengantongi Kerugian Negara dari hasil audit BPKP Perwakilan Mataram. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here