Kasus Dermaga Senggigi Jadi Atensi

I Gusti Putu Gede Ekawana. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Hasil pengecekan lapangan proyek Dermaga Senggigi sedang didalami. Proyek yang gagal selesai tahun 2019 lalu ini masuk penyelidikan Polda NTB. Selain turun ke lapangan, penyidik mengumpulkan dokumen. meski demikian saksi-saksi belum dimintai keterangan.

“Yang Dermaga Senggigi itu kan masih ada sengketa ya kontraktornya dengan Pemda,” kata Direskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, Kamis, 19 Maret 2020.

Iklan

Gugatan arbitrase rekanan pelaksana dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek adalah hal lain. Sementara penyelidikan merupakan mekanisme terpisah kepolisian untuk mencari indikasi perbuatan korupsi yang menimbulkan kerugian negara.

“Masih penyelidikan. kalau (klarifikasi) saksi belum,” sebutnya.

Eka mengatakan, pihaknya mencari dugaan penyimpangan proyek senilai Rp8,74 miliar tersebut. penyelidikan Dermaga Senggigi yang berlokasi di Batulayar, Lombok Barat ini menjadi atensi.

“Kita genjot penyelidikannya yang akurat. Proyek ini kan harusnya dinikmati banyak orang. Jangan malah gagal dan merugikan. Dermaga Senggigi ini kan sampai putus kontrak,” terang Eka.

Proyek Dermaga Senggigi dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Perhubungan Lombok Barat tahun 2019. Proyek kemudian ditender dengan harga perkiraan sendiri Rp8,74 miliar. CV Cipta Anugerah Pratama menang tender dengan penawaran Rp8,3 miliar.

Proyek gagal selesai tepat waktu. Bahkan dengan deviasi yang minus. Pengerjaan proyek molor sampai batas akhir waktu kontrak. Progresnya hanya sampai 60 persen. Belakangan, kontraktor tersebut mengklaim progresnya sudah 70 persen. Sengketa itu berlanjut. Kontraktor menggugat PPK ke Badan Arbitrase. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional