Kasus Dermaga Gili Air, Penyidik Periksa Ahli Konstruksi

Dermaga Gili Air (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik melanjutkan pemeriksaan dalam rangkaian penyidikan dugaan korupsi pembangunan Dermaga Gili Air, Pemenang Lombok Utara. Setelah meminta audit investigasi ke BPKP Perwakilan NTB, penyidik mendatangkan ahli konstruksi Universitas Mataram.

“Sudah minta ahli untuk memeriksa konstruksi dermaga,” ujar Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat dikonfirmasi akhir pekan lalu. Bersama ahli, sambung dia, penyidik akan turun mengecek kondisi proyek. Ahli selanjutnya dimintai menjelaskan soal spesifikasi konstruksi dermaga.

Iklan

Hasil itu kemudian menjadi bekal penghitungan kerugian negara. “Kita lihat dulu dari auditor hasil audit investigasinya seperti apa baru setelah itu minta audit kerugian negara,” kata Syarif. Penyidik menemukan indikasi korupsi diduga berupa penyimpangan volume dan spesifikasi pekerjaan proyek di Desa Gili Indah, Pemenang, Lombok Utara tersebut. Hal itu meyakinkan penyidik untuk meningkatkan status penanganan kasus ke tahap penyidikan pada April lalu.

Penyidik masih mengumpulkan bukti dugaan kerugian negara yang timbul akibat penyimpangan pekerjaan proyek. Proyek yang dibiayai dana alokasi khusus tahun 2017 ini tetap dinyatakan tuntas dan rekanan mendapat pembayaran penuh. Proyek pembangunan dermaga apung Gili Air bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017. Total pagu yang dianggarkan mencapai Rp 6,6 miliar. Proyek lalu dikerjakan dengan nilai kontrak Rp 6,28 miliar. (why)