Kasus Demam Berdarah di KSB Terus Meningkat

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan tidak menutup kemungkinan di akhir tahun 2016 kasus ini akan kembali lagi terjadi.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) KSB, H. Tuwuh, S.Ap kepada Suara NTB, Kamis, 8 Desember 2016 menyebutkan, di tahun 2014 pihaknya menangani sekitar 18 kasus positif DBD. Setahun berikutnya, kasus tersebut meningkat menjadi 64 kasus dan tahun 2016 kembali meningkat menjadi 70 kasus. Namun di tahun 2016 ini, kasus DBD ini terjadi secara merata. Artinya semua kecamatan di KSB turut menyumbang jumlah kasus DBD ini. Khusus di tahun 2016 ini lanjutnya, peningkatan jumlah kasus DBD di KSB ini terjadi karena musim hujan yang tidak berhenti. Kalaupun berhenti, tetapi sifatnya sementara dan hal tersebut memacu kembali berkembangnya jentik nyamuk ini. “Tahun 2016 hujan di KSB tidak kunjung berhenti sehingga bisa memancing perkembang biakan nyamuk ini,” ungkapnya.

Iklan

Menurutnya, daerah yang penyumbang terbanyak kasus masih ini didominasi oleh Kecamatan Taliwang. Bahkan dari tahun ke tahun kecamatan ini (Taliwang) selalu mendominasi kasus ini. Terhitung sudah ada 79 kasus yang terjadi dalam rentan tiga tahun terakhir. “Kecamatan Taliwang masih menjadi penyumbang terbanyak dalam kasus ini. Apabila dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lainnya,” ujarnya. Namun demikian, meskipun kasus ini terus meningkat di tiap tahunnya, pihaknya tetap berupaya maksimal untuk menurunkan angka tersebut. Bahkan pihaknya juga menggandeng pihak ketiga untuk melakukan fogging (pengasapan) di semua wilayah yang ada di KSB khususnya Taliwang. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan kegiatan serentak (Gertak) membasmi sarang nyamuk DBD.

  Bupati KSB : Multi Capital Mulai Bayar Sisa Penjualan Saham

Seraya mengharapkan kepada masyarakat untuk tetap melakukan pola hidup sehat. Seperti dengan menjaga kebersihan lingkungan. Mengingat hasil inspeksi yang dilakukan pihaknya, masih ditemukan masyarakat yang belum faham tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk ini. “Kita berharap dengan berubahnya perilaku masyarakat untuk menjaga lingkungan. Kasus ini bisa terus ditekan keberadaannya di KSB,” tandasnya. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here