Kasus DD/ADD Rababaka, Kerugian Negara Rp400 Juta

Muhamad Isa Ansori. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kejari Dompu sudah menaikkan kasus DD/ADD Desa Rababaka, Kecamatan Woja, Dompu ke tahap penyidikan. Jaksa penyidik menemukan indikasi perbuatan korupsi. Dugaan korupsi itu sampai menimbulkan kerugian negara.

Kasi Pidsus Kejari Dompu, Muhamad Isa Ansori mengatakan pihaknya sudah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Dompu. “Dari hasil audit kerugian negaranya Rp400 juta,” ujarnya, Kamis, 27 Februari 2020 ditemui di Mataram.

Iklan

Meski sudah naik penyidikan, namun belum ada tersangka yang ditetapkan. Dua alat bukti yang salah satunya LHP Inspektorat hanya cukup bagi jaksa menaikkan status penanganan kasus.

“Masih Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) umum. Belum ada tersangka. Nanti setelah ini kami masih akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan,” terangnya.

Jaksa penyidik, beber Isa, menemukan indikasi penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan timbulnya kerugian negara. Selain itu, jaksa mendalami indikasi duit hasil korupsi yang dimanfatkan untuk keperluan pribadi.

Dugaan sementara, indikasi tindak pidana korupsinya seperti yang diatur dalam pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sejumlah saksi yang sudah diklarifikasi di tahap penyelidikan, akan dipanggil lagi untuk memberi keterangan di tahap penyidikan ini. “Termasuk Kades,” pungkas Isa.

Desa Rababaka mendapat gelontoran DD tahun 2018 sebesar Rp700 juta. penyelewengan penggunaan dana diduga merugikan negara Rp400 juta. Terdiri dari penyimpangan proyek-proyek fisik yang dikerjakan swakelola masyarakat. (why)