Kasus DD/ADD Sesait, Jaksa Sita Dokumen Anggaran

Kades Sesait nonaktif Susianto menyerahkan bukti dokumen kepada petugas Kejari Mataram di Mataram, Rabu, 24 Juni 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kejari Mataram menyita dokumen anggaran Desa Sesait tahun 2019. Hal itu terkait dugaan korupsi DD, ADD, dan BHPRD yang sudah mulai diselidiki. Proyek fisik diduga muncul sebagai anggaran siluman dalam APBDes perubahan. Dokumen tersebut diserahkan langsung Kades Sesait nonaktif Susianto Rabu, 24 Juni 2020 kemarin di Mataram.

“Ada anggaran yang awalnya nol, tiba-tiba langsung naik 300 persen,” ucapnya saat ditemui usai menghadap jaksa penyelidik Pidsus.

Iklan

Dari dokumen yang diperoleh Suara NTB, BPD Sesait mengoreksi Rancangan Perdes APBDes perubahan Desa Sesait 2019. Diantaranya, anggaran bidang kebudayaan dan keagamaan yang semulai Rp381,3 juta melonjak menjadai Rp1,018 miliar. Selisihnya Rp637,13 juta. Anggaran lainnya yakni pada program pembangunan dan rehabilitas prasarana kebudayaan yang menjadi Rp642,9 juta.

Pada APBDes murni tidak dianggarkan. Kemudian anggaran tata praja pemerintahan menjadi Rp268,53 juta dari yang semula hanya Rp72,42 juta. Kemudian anggaran rehabilitasi kantor desa sebesar Rp185,08 juta.

“Hasil musyawarah BPD, pelaksanaan kegiatannya tidak mencapai target. Bahkan, sampai sekarang LKPJ DD/ADD tahun 2019 tidak ada,” terang Susianto. Dalam kesempatan itu Susianto juga menitipkan laptop inventaris desa sebagai barang bukti.

“Laptop ini saat saya serah terima jabatan isinya sudah dikosongkan. Semua yang terkait Siskeudes tidak ada,” imbuhnya.

Rincian hasil evaluasi BPD Sesait tertanggal 29 November 2019 itu diantaranya, rehabilitasi kantor desa tidak selesai. Proyek yang dianggarkan senilai Rp185,08 juta hanya terealisasi tiang pilarnya saja. Kemudian proyek jalan pemukiman senilai Rp18,28 juta tidak jelas laporannya.

Begitu juga dengan proyek pengerasan jalan lingkungan sebesar Rp102,75 juta dan peningkatan jalan desa sebesar Rp297,13 juta. Hal lain yang belum jelas pertanggungjawabannya yakni pada festival HUT desa Rp103,73 juta, rehabilitasi rumah adat Rp642,9 juta, pembinan lembaga adat Rp17,34 juta, peningkatan produksi tanaman pangan Rp339,3 juta, dan peningkatan produksi peternakan Rp37,96 juta. Pada tahun 2019, Desa Sesait mengelola DD sebesar Rp2,45 miliar, ADD sebesar Rp1,433 miliar, dan dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD) sebesar Rp235,15 juta.

  Jukir dan Nelayan Kurir Sabu Ditangkap

Kepala Kejari Mataram Yusuf mengonfirmasi sudah mengundang saksi-saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut. “Iya kasusnya masih penyelidikan,” ucapnya.

Sekdes Sesait tahun 2019, Dedi Supriyadi –kini plt Kades Sesait yang diangkat Bupati Lombok Utara usai memberhentikan sementara Susianto; mantan Kades Sesait Aerman; mantan Kasi Kesra Sesait Abdurrahman; dan Bendahara Desa Sesait tahun 2019 Mustafa Kamal. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here