Kasus DD/ADD Sesait 2019, Jaksa Periksa Inspektur KLU

Inspektur KLU H. Zulfadli memberikan keterangan usai diperiksa jaksa penyidik di Kantor Kejari Mataram, Rabu, 14 Oktober 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kejari Mataram memanggil lagi enam saksi untuk diperiksa dalam kasus DD/ADD Sesait, Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) 2019. Diantaranya, Inspektur KLU H Zulfadli. Pemeriksaannya berkaitan dengan temuan Rp600 juta. Penyelesaian melalui APIP buntuk sehingga diteruskan ke APH.

“Sudah saya bilang selesaikan satu-satu saja. Sampai saya bikin penugasan perpanjangan untuk selesaikan itu,” ungkap Zulfadli ditemui usai pemeriksaan. Dia mengatakan, Pemdes Sesait sudah pernah dimintai pertanggungjawabannya untuk mengembalikan temuan tersebut. Tapi tindaklanjutnya nihil. Temuan atas pengelolaan DD/ADD Sesait tahun 2019 antara lain totalnya Rp600 juta.

Iklan

Dari proyek panggung peresean sebesar Rp443 juta tidak dapat dipertanggungjawabkan, pembukaan jalan baru Rp50 juta, dan pengadaan bibit tanaman perkebunan Rp10 juta. “Kalau di sna selesai kan selesai. Kita tidak berani TPTGR karena bukan (temuan) administrasi. Di APH sudah masuk laporannya,” ungkap Zul. Dia mengungkapkan pemeriksaannya berkaitan dengan mekanisme pengelolaan DD/ADD, kemudian pencairan anggarannya, serta pertanggungjawabannya.

Saksi lainnya yang diperiksa yakni Kades Sesait Susianto. Anto mengaku tidak menerima memori laporan pertanggungjawaban saat serah terima jabatan Januari lalu. “Makanya waktu itu kita tidak bisa cairkan anggaran yang tahun 2020,” ujarnya. Dia menerangkan tidak mengetahui secara persis proyek fisik dan proyek pengadaan desa. Sebab, proyek itu berjalan di masa jabatan Kades sebelumnya dan penjabat Kades saat peralihan pemerintahan semasa Pilkades.

Namun dia menjelaskan proyek fisik desa yang tidak bisa dimanfaatkan sampai saat ini. antara lain panggung peresean yang dibangun dengan anggaran Rp640 juta, dan pembukaan jalan baru. “Proyeknya tidak selesai tapi sudah dibayar semua 100 persen,” kata Anto. Kasi Pidsus Kejari Mataram Wayan Suryawan membenarkan pemeriksaan sejumlah saksi tersebut. “Hari ini ada enam orang yang diperiksa,” ucapnya. Pemeriksaan saksi ini berlangsung maraton sejak Senin lalu. sampai Rabu kemarin, total jumlah saksi yang diperiksa sebanyak 18 orang.

Kasus DD/ADD Sesait, Kayangan, Lombok Utara sudah ditangani di tahap penyidikan.  Pada tahun 2019, Desa Sesait mendapat alokasi DD sebesar Rp2,45 miliar, ADD sebesar Rp1,433 miliar, dan dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD) sebesar Rp235,15 juta. Diduga ada indikasi penyimpangan dalam pengerjaan proyek fisik desa. (why)