Kasus DD/ADD 2017, Polres Dompu Buru Mantan Kades Manggeasi

Syarif Hidayat. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Mantan Kades Manggeasi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu SH alias SN masih dalam pelarian. Tersangka kasus dugaan korupsi DD/ADD tahun 2017 ini dalam perburuan. Padahal kasusnya sudah dinyatakan berkas lengkap alias P21.

“Sudah saya perintahkan untuk kejar, tangkap. Informasi terakhir di Lombok Barat,” ungkap Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat saat ditemui di Mataram, Kamis, 17 September 2020.

Iklan

Dia mengatakan, setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Juli lalu, SH belum sekalipun menjalani pemeriksaan. Keterangannya hanya untuk melengkapi pemberkasan saja. “Kalau kasusnya sudah P21,” ucapnya. Proses pelimpahan tahap dua masih terkendala karena tersangka buron. Informasi awal, SH sempat kabur ke Kalimantan. Pencarian di sana nihil. Belakangan, SH diketahui sudah pulang kampung. “Nanti kalau sudah ketemu langsung kita tahan,” tegasnya.

Tim penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Dompu belum mempertimbangkan pelimpahan tanpa tersangka. Sebab nantinya proses persidangannya akan in-absentia atau tanpa dihadiri terdakwa. Syarif mengaku timnya masih bisa menangkap SH dalam waktu dekat karena posisinya sudah terdeteksi. Kasus DD/ADD Manggeasi mulai mencuat setelah Inspektorat Kabupaten Dompu mengaudit khusus laporan pertanggungawaban tahun 2016/2017. Rupanya, LPJ pengelolaan dana sebesar Rp1,6 miliar itu terindikasi manipulasi. Temuannya mencapai Rp700 juta.

Batas waktu pengembalian temuan pun lewat. Temuan itu kemudian ditindaklanjuti Polres Dompu. Sampai ditemukan indikasi korupsi sesuai dengan sangkaan pasal 2 dan atau pasal 3 UU Tipikor. Tersangka SH diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam pengelolaan dana proyek fisik desa. (why)