Kasus DBD Meningkat

Dua orang bocah sedang bermain di aliran Sungai Jangkuk yang melewati Kota Mataram, Minggu, 10 Januari 2021. Pola hidup bersih dan sehat salah satunya sulit dilakukan di pemukiman daerah bantaran sungai. Hal tersebut perlu menjadi atensi bersama, terutama untuk mengantisipasi potensi penularan DBD di awal tahun.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Selain penularan virus corona (Covid-19), potensi penularan demam berdarah dengue (DBD) juga diharapkan menjadi atensi bersama. Pasalnya, berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dikes) Mataram angka penularan DBD di Kota Mataram terus meningkat.

“Awal Januari ada 2 orang yang positif DBD, sampai akhir November 2020 kemarin total kasusnya 644 orang yang tertular,” ujar Kepala Dikes Kota Mataram, H. Usman Hadi. Diterangkan, angka penularan tersebut menunjukkan peningkatan jumlah kasus dibanding 2019 lalu.

Menurut Usman, kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini menjadi salah satu faktor utama meningkatnya potensi penularan. “Pasti itu, karena cuaca ini juga,” ujarnya.

Untuk angka kematian juga disebutnya meningkat, di mana pada 2020 dari 644 pasien tercatat dua di antaranya meninggal. Sementara pada 2019 hanya ada 1 orang pasien yang meninggal. “Ini rata-rata pasien anak-anak. Ada yang karena telah mendapat penanganan, ada yang karena kelainan sejak lahir,” jelasnya.

Untuk mendukung pelandaian kasus tersebut, pihaknya juga rutin melakukan kegiatan pengasapan (fogging). Kegiatan tersebut difokuskan pada kelurahan atau lingkungan yang warganya terkonfirmasi positif DBD.

Selain itu, pihaknya berharap adanya peran aktif masyarakat untuk menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Mengingat pengasapan yang dilakukan terbatas untuk membasmi nyamuk dewasa, sedangkan jentin-jentiknya masih tetap bisa bertahan jika tidak ditangani.

“Dalam keluarga bisa menggerakkan anggota keluarganya supaya melakukan pembersihan dan penerapan pola hidup bersih dan sehat. Ini sangat penting dalam upaya menekan kasus DBD di kota ini,” tandas Usman. (bay)