Kasus DBD di NTB Tembus 457 Kasus, Enam Meninggal

Ilustrasi Nyamuk DBD (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di NTB terus bertambah. Data Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, sampai minggu ke delapan atau Februari 2019, DBD sudah mencapai 547 kasus. Dari angka itu, sebanyak enam warga NTB meninggal akibat DBD.

‘’DBD sampai minggu ini 547 kasus. Minggu kemarin 452 kasus. Angkanya semakin bertambah. Meningga enam orang,’’ sebut Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A dikonfirmasi Jumat, 1 Maret 2019 kemarin.

Iklan

Meskipun angka kasusnya bertambah, Nurhandini mengatakan sejak minggu kemarin sudah terjadi penurunan dibandingkan minggu sebelumnya. Ia menyebut puncak kasus DBD tertinggi dua minggu yang lalu. ‘’Minggu ini sudah mulai turun. Minggu ini (ditemukan) 66 kasus,’’ ungkapnya.

Sampai saat ini, kasus DBD tertinggi berada  di Kota Mataram sebanyak 156 kasus. Kemudian disusul Lombok Barat 91 kasus,  Sumbawa 64 kasus, Lombok Tengah 59 kasus, Dompu 58 kasus, Kota Bima 47 kasus. Lombok Timur 29 kasus, Lombok Utara 26 kasus, Sumbawa Barat 11 kasus. Kasus DBD terendah di Kabupaten Bima sebanyak 6 kasus.

‘’Kita melihat ini sudah mulai turun. Semoga turun terus. Kota Mataram naik, tapi sedikit. Empat minggu  kemarin naik tinggi. Minggu kemarin naik 126  kasus, sekarang 156 kasus,’’ sebutnya.

Untuk mencegah DBD, Nurhandini mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat mengenai pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Dengan melakukan PSN maka akan mencegah berkembangbiaknya nyamuk penyebab DBD. ‘’Kita pacu kesadaran masyarakat untuk PSN,’’ pungkasnya. (nas)