Kasus DBD di Lobar Melonjak

Tim Dikes Lobar melakukan fogging di daerah ditemukan kasus DBD. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lombok Barat (Lobar) melonjak hingga 72 orang selama dua bulan di awal tahun ini. Sebelumnya kasus DBD yang ditemukan 66 orang, namun dalam jangka waktu lebih sepekan meningkat 6 kasus baru. Tingginya angka kasus DBD inipun pemicunya pola hidup masyarakat yang kurang menyadari Kebersihan. Terutama terhadap media yang memicu tumbuh kembang nyamuk aedes aegypti.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (P3KLDinas Kesehatan (Dikes) Lobar,  dr. Ahmad Taufiq Fathoni mengatakan terkait kasus DBD memang dari sisi peningkatan kasus selama beberapa tahun terakhir cukup tinggi sehingga Lobar masuk 10 besar nasional. Namun ia mengklaim, DBD mulai bisa dikontrol.  “Sampai saat ini ada 72 kasus DBD,” ungkapnya, Jumat, 5 Maret 2021.

Iklan

Ia mengaku untuk penanganan DBD, berbagai upaya dilakukan salah satunya dengan fogging. Sejauh ini pihaknya melakukan fogging di  23 titik di Lobar. Diakui penanganan melalui fogging merupakan langkah terakhir, namun yang paling penting adalah warga melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus.

3 M tersebut adalah, ujarnya, menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat  penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain. Selain itu, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, seperti drum, kendi, kran air, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan  nyamuk yang menularkan demam berdarah.  Untuk menggalakkan PSN ini pihaknya sudah melakukan turun lapangan, kemudian menyebarluaskan instruksi bupati ke tingkat bawah. “Tinggal kesadaran warga, rumah warga tidak bersih, masak Dikes disuruh,”jelas dia.

Menurutnya kenapa kasus DBD di Lobar masih tinggi? Karena memang sanitasi lingkungan tempat tinggal yang buruk akibat kesadaran warga kurang.

Terpisah, Camat Kuripan Iskandar mengatakan pihaknya pun cepat tanggap melakukan penanganan terhadap DBD. “Kami cepat tanggap menangani DBD ini. Kami melaksanakan sosialisasi dan koordinasi tingkat kecamatan terkait penanganan DBD ini,” terang dia.

Dalam pertemuan itu, dihadiri semua kades, kader posyandu, Toga, Toma, tokoh wanita, tokoh pemuda. Termasuk Kapolsek dan Danpos, dan semua Babinsa serta Babinkamtibmaspol se Kecamatan Kuripan. (her)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional