Kasus DBD di Kota Mataram Melonjak Tajam

Kadikes NTB, Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Mataram melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, Kota Mataram sudah menyalip Lombok Barat (Lobar), yang sebelumnya daerah paling tertinggi ditemukan kasus DBD pada Januari lalu.

‘’Mataram sudah mulai menyalip Lombok Barat. Kota Mataram sudah 101 kasus. Enam Demam Dengue, 16 suspect DBD, sisanya positif DBD. Lombok Barat sudah mulai pelan (tidak meningkat signifikan),’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A dikonfirmasi di Mataram, Jumat, 15 Februari 2019 kemarin.

Iklan

Dari 101 jumlah kasus yang ditemukan di Kota Mataram, sebanyak 79 kasus positif DBD. Sedangkan 16 suspect DBD dan 6 kasus demam dengue (DD). Sebelumnya, di Lobar sebanyak 72 kasus poositif DBD. Secara total, jumlah warga  positif DBD pada pekan lalu sebanyak 249 kasus.

Nurhandini mengatakan, semula yang dikhawatirkan kasus DBD meningkat tajam adalah Kabupaten Sumbawa. Tetapi justru angkanya tak meningkat signifikan. Begitu juga Lombok Timur, angkanya sama seperti pekan sebelumnya.

‘’Dibandingkan pekan kemarin, minggu ini Mataram melonjak tingi. Karena Mataram daerah padat penduduk,’’ jelasnya.

Upaya-upaya yang dilakukan, kata Nurhandini dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain itu melakukan fogging fokus. Dikatakan, puncak kasus DBD diperkirakan Maret mendatang. Karena pada bulan tersebut merupakan puncak musim hujan.

Tercatat, sebanyak empat warga yang meninggal akibat DBD di NTB. Terdapat di Kota Bima dan Dompu masing-masing dua orang. Data Dikes NTB, sepanjang Januari 2019 ditemukan 249 kasus suspect DBD di NTB. Dengan rincian  Lombok Barat 105 kasus, Lombok Timur 25 kasus, Lombok Tengah 24 kasus, Sumbawa 22 kasus, Kota Mataram 20 kasus, KLU 19 kasus, Kota Bima 16 kasus, Dompu 9 kasus, Bima 6 kasus dan Sumbawa Barat 3 kasus. (nas)