Kasus Dana RTG Sigerongan, Penahanan Indrianto Ditangguhkan

Joko Tamtomo. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyidikan dugaan korupsi dana RTG Pokmas Repok Jati Kuning, Sigerongan, Lingsar, Lombok Barat berlarut. Tersangka Indrianto terpaksa ditangguhkan penahanannya. Alasannya, berkas perkara belum juga dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum.

“Bukan bebas demi hukum, tapi ditangguhkan penahanannya,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Joko Tamtomo, ditemui di ruang kerjanya, Senin, 2 Maret 2020.

Iklan

Kasus Indrianto ditangani sejak Oktober 2019 lalu. Berkas perkaranya masih belum lengkap. Sejatinya, penyidik tinggal selangkah lagi menyelesaikan kasus itu. Namun, di menit-menit terakhir, penerapan hukum kasus itu minta diubah.

Indrianto disangka melanggar pasal 8 UU Tipikor. Jaksa peneliti meminta penyidik menggunakan pasal 2 dan atau pasal 3 UU Tipikor.

Perubahan itu membuat penyidik harus menunggu lagi hasil audit kerugian negara dari auditor. “Kita akan meminta audit seperti dalam petunjuk jaksa,” tegasnya.

Tersangka Indrianto diduga memakai dana bantuan RTG sebesar Rp410 juta untuk keperluan sendiri. Dana itu merupakan anggaran tahap ketiga dana transfer pembangunan RTG untuk 20 penerima bantuan rumah rusak sedang.

Pokmas Repok Jati Kuning mendapat bantuan rumah untuk 70 KK. Total dana bantuannya sebesar Rp1,75 miliar. Tahap pertama sudah disalurkan sebesar Rp500 juta untuk 20 penerima.

Sebanyak 30 penerima bantuan mendapat transfer Rp750 juta pada pencairan tahap kedua. Untuk tahap ketiga, dana yang disalurkan hanya Rp90 juta. Sementara di dalam rekening Pokmas masih tersisa sebesar Rp500 juta. (why)