Kasus Dana Kapitasi Puskesmas Babakan, Penyidik Minta Audit Investigasi Kerugian Negara

Kadek Adi Budi Astawa. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram segera menyelesaikan pengusutan dana kapitasi Puskesmas Babakan tahun anggaran 2017-2019 di tahap penyelidikan. Seluruh saksi sudah dimintai keterangan. Penyidik tinggal melengkapi dengan mencari alat bukti kerugian negara.

“Untuk kerugian negaranya kita akan mintakan audit. Audit investigasi dulu, apakah dari BPKP atau Inspektorat,” ucap Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa dikonfirmasi, Sabtu, 28 Agustus 2021. Audit ini, sambung dia, untuk mencari indikasi kerugian negaran dalam pengelolaan anggaran senilai Rp3,3 miliar tersebut. Sementara untuk indikasi perbuatan melawan hukumnya, tim Unit Tipikor sudah mengklarifikasi sejumlah saksi.

Iklan

“Hasil dari penyelidikan ini nanti akan kita gelar perkara dulu. Seperti apa hasilnya, langkah selanjutnya bagaimana. Kalau saksi sudah hampir semuanya, tinggal mantan Kepala Puskesmasnya,” terang Kadek Adi. Total saksi yang diklarifikasi antara lain, 30 staf penerima insentif jasa pelayanan kesehatan, tujuh tenaga kontrak, dan 23 saksi dari pihak rekanan, satu saksi dari Dinas Kesehatan Kota Mataram, dan satu saksi dari BPJS Kesehatan Mataram.

Puskesmas Babakan menerima total Rp3,3 miliar dana kapitasi selama tiga tahun anggaran, 2017-2019. Setiap tahunnya, Rp1,1 miliar. Anggaran ini dihitung dari kepesertaan BPJS Kesehatan Puskesmas Babakan yang mencapai 15 ribu orang. Dana kapitasi ini pengelolaannya diatur teknisnya dalam Permenkes. Jasa pelayanan kesehatan bagi staf dan pegawai mendapat porsi 60 persen.Sementaran kebutuhan operasional pelayanan kesehatan diatur paling banyak 40 persen.

Dalam hal terdapat sisa pendapatan dana kapitasi yang tidak habis digunakan, penggunaannya dapat dimanfaatkan pada tahun anggaran selanjutnya sesuai dengan pos anggaran masing-masing. Meski demikian, pemanfaatan sisa dana kapitasi ini wajib dimasukkan dalam rencana pendapatan dan belanja dana kapitasi yang dianggarkan dalam rencana kerja dan anggaran Dinas Kesehatan. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional