Kasus Dana Hibah KONI Mataram, Keterlibatan Oknum Anggota Dewan Didalami

Adi Budi Astawa (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram menyelidiki dana hibah KONI Mataram tahun anggaran 2021. Keterlibatan oknum anggota dewan didalami. Sebab, dana hibah ini juga bersumber dari dana aspirasi untuk cabang olahraga. “Fokusnya ke dana hibah tahun 2021,” ucap Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa dikonfirmasi Selasa, 3 Agustus 2021 kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KONI Mataram mendapatkan dana hibah sebesar Rp2 miliar pada tahun anggaran 2021. Sebesar Rp450 juta diantaranya dari dana aspirasi anggota DPRD Kota Mataram. “Yang sumbernya dari aspirasi juga kita dalami,” sebutnya. Informasi awal, dana aspirasi ini disebar untuk tiga cabang olahraga. Diduga, dana yang mengalir ke salah satu cabor sudah diatur. Aspirasi ini diduga untuk membangun fasilitas sasana milik oknum anggota dewan tersebut. “Semua informasi kita dalami,” jelas Kadek Adi.

Iklan

Untuk mendalami indikasi tersebut, kata dia, penyidik Unit Tipikor sudah meminta keterangan sejumlah saksi. Dalam tahap awal, pengurus KONI Mataram dan pengurus cabang olahraga penerima dana hibah. “Sudah enam saksi kita mintai keterangan. Kita cek bagaimana alur anggarannya, sumbernya dari mana, penggunaannya bagaimana. Belum ada kesimpulan karena masih penyelidikan. Masih awal-awal ini,” terang Kadek Adi.

Klarifikasi saksi ini sebelumnya mengemuka soal penggunaan dana untuk pembinaan atlet yang mengikuti pelatihan daerah desentralisasi. Rinciannya, uang saku atlet sebesar Rp700 ribu. Sementara uang saku pelatih Rp850 ribu. Dia menjelaskan, klarifikasi anggota dewan yang memberikan aspirasi serta Ketua KONI Mataram sudah masuk dalam agenda. “Intinya semua pihak yang terkait dan patut dimintai keterangan akan kita undang untuk klarifikasi,” tandas Kadek Adi. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional