Kasus Dana BOS SDN 2 Bayan, Hasil Audit Bekal Penetapan Tersangka

Elyas Ericson. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kasus dugaan korupsi dana BOS pada SDN 2 Bayan, Lombok Utara tahun 2017-2018 sudah ditangani di tahap penyidikan. meski demikian, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. alasannya, masih menunggu bukti kerugian negara.

Kasatreskrim Polres Lombok Utara AKP Elyan Ericson menjelaskan, penyidik sudah menyampaikan permohonan audit kerugian negara kepada BPKP Perwakilan NTB.

Iklan

“Masih menunggu hasilnya,” ungkapnya Kamis, 5 Maret 2020 ditemui di Mataram. Hasil audit tersebut, imbuh dia, nantinya akan menjadi dasar melangkah ke tahapan selanjutnya.

“Nanti setelah audit baru ada penetapan tersangka,” ujarnya. Sejauh ini penyidik sudah menemukan indikasi perbuatan korupsi. Laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran diduga sebagian direkayasa.

Hal itu untuk menutupi penggunaan uang yang tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dana BOS. Modusnya, memalsukan dokumen, membuat nota pembayaran fiktif, dan menaikkan harga item pembelian barang.

“Penggunaan dana tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kalau dari hitungan kita di atas Rp100 juta lah (kerugiannya),” jelas Ericson.

Item anggaran yang dibidik penyidik yakni dana BOS tahun 2017 dan 2018. Total anggaran yang dikelola selama dua tahun anggaran sekitar Rp330 juta. Setiap tahun SDN 2 Bayan menerima dana BOS per triwulan. Antara lain untuk tahun 2018, triwulan pertama Rp33,2 juta, triwulan dua Rp66,5 juta, triwulan tiga 33,2 juta, dan triwulan empat 35,4 juta.

Komponen penggunaannya antara lain untuk pengembangan perpustakaan, buku teks siswa dan guru, buku kurikulum, penerimaan siswa baru, pembelajaran dan ekstrakurikuler, evaluasi pembelajaran, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan, pemeliharan prasarana dan sarana sekolah, pembayaran honor, dan pembelian atau perawatan alat multimedia pembelajaran. (why)