Kasus Dana BOS SDN 19 Cakranegara 2015-2017, Tersangka Mantan Kasek Tidak Ditahan

Kadek Adi Budi Astawa. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Mantan Kepala SDN 19 Cakranegara berinisial HL (53) diperiksa sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan dana BOS tahun 2015-2017. Pemeriksaan ini untuk merampungkan berkas perkara. Meski sudah diperiksa, HL tidak ditahan. “Penyidik tidak melakukan penahanan karena sakit. Sudah ada keterangan dokter,” ungkap Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Senin, 22 Februari 2021. Tersangka HL diperiksa pekan lalu.

Kadek Adi menyatakan, pemeriksaan HL tersebut menandai cukupnya pemberkasan penyidikan kasus. Selanjutnya, penyidik Unit Tipikor menyiapkan pelimpahan tahap satu ke jaksa peneliti. “Sudah cukup yang diperiksa. Pekan ini tahap satu. Tidak ada kendala pemberkasan penyidikan. tidak ada bongkar-bongkar lagi berkas,” jelasnya.

Iklan

Dugaan korupsi dana BOS ini, sambung dia, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp844.122.381. Kerugian negara tersebut berdasarkan penghitungan auditor BPKP Perwakilan NTB. Dalam kasus ini, tersangka HL dijerat dengan pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No20/2001 tentang perubahan atas UU RI No31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto pasal 64 KUHP.

Tersangka HL diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam pengelolaan dana BOS sepanjang tahun 2015 sampai 2017. Hasil audit BPKP Perwakilan NTB menyebutkan kerugian negara yang timbul mencapai Rp844,122 juta. Total anggaran yang dikelola SDN 19 Cakranegara sepanjang tiga tahun tersebut mencapai Rp1,6 miliar.

Modus korupsinya diduga dengan memanipulasi laporan pertanggungjawaban sehingga tidak sesuai dengan realisasinya. pertanggungjawaban direkayasa dengan transaksi fiktif, dan penggelembungan harga item barang. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional