Kasus Covid Melandai, Tingkat Kunjungan di Mal Naik 20 Persen

Terjadi peningkatan kunjungan ke LEM sekitar 10 – 20 persen.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pergerakan ekonomi mulai menunjukkan tanda-tanda positif, sejalan dengan makin terkendalinya tingkat penularan Covid-19, baik di tingkat nasional, demikian juga di daerah. Kota Mataram sendiri, sebagai ibukota Provinsi NTB saat ini statusnya berada pada level II angka penularan covidnya. Situasi sangat dirindukan, setelah hampir dua tahun pandemi Covid-19 membelenggu hampir seluruh sendi-sendi kehidupan manusia.

Aktivitas ekonomi pelan-pelan bergerak, jika dipotret dari aktivitas ekonomi di pusat-pusat perbelanjaan, sebut saja satunya yang terbesar di NTB adalah Lombok Epicentrum Mall (LEM). Dari pantauan media ini misalnya, Selasa, 28 September 2021, nampak kasat mata, masyarakat mulai lebih berani berkunjung ke LEM. Jika dibandingkan dengan keadaan sebelum-sebelumnya sejak pandemi Covid-19.  Pengunjung yang datang berbelanja, atau yang sekedar hanya “cuci mata”. LEM terlihat mulai ramai. Namun tetap tak mengecualikan penerapan protokol Covid-19.

Iklan

General Manager Lombok Epicentrum Mall, Salim Abdad mengatakan, terjadi peningkatan angka kunjungan ke mall, sekitar 10 sampai 20 persen dari keadaan Kota Mataram berstatus level IV. Kenaikan tingkat kunjungan ini menurutnya tergantung pada kesediaan konsumen/masyarakat yang ingin berbelanja. Tidak bisa diintervensi. Tergantung sejauh mana konsumen sudah merasa aman dan nyaman berkunjung ke mall.

Salim mengatakan, untuk memotivasi konsumen berkunjung ke mall, salah satunya yang bisa dilakukan dengan mengadakan event. Namun di tengah upaya pemerintah mengendalikan laju penularan Covid-19, semangatnya harus sama. Dunia usaha juga tidak bisa melabrak ketentuan-ketentuan yang dibuat oleh pemerintah.

“Untuk event-event di mall sampai saat ini belum bisa dilaksanakan. Apalagi event yang mendatangkan artis. Kita patuhi itu sampai saatnya dimungkinkan,” ujarnya.

Sementara ini kegiatan besar yang bisa dilakukan di mall terbatas sampai pada kegiatan pameran, kemudian talk show. Itupun, tentu dengan standar protokol kesehatan yang ketat dan sudah mendapatkan izin dari Satgas Covid-19.

“Kegiatan yang lebih besar dari itu, belum bisa sekarang. Walaupun di satu sisi, kita ingin mendorong tingkat kunjungan ke mall semakin membaik,” ujarnya. Salah kegiatan yang paling dekat akan dilaksanakan di LEM di awal Bulan Oktober 2021 ini adalah pameran produk UMKM, yang diselenggarakan oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Kemudian disusul lagi kegiatan serupa oleh komunitas Hijabers.

Kegiatan pameran ini, lanjut Salim Abdad, salah satu hajatannya pelan-pelan mendukung bergeraknya kembali kegiatan ekonomi UMKM. Semangat pemerintah untuk pengendalian Covid-19 dan pemulihan ekonomi juga sama dengan semangat pengusaha. Salah satu upaya yang dilakukan oleh manajemen LEM misalnya, tidak melonggarkan protokol kesehatan.

Bahkan pengawasan penerapan protokol Covid-19 dilakukan berlapis. Dari pintu masuk mall, hingga di dalam area mall. “Ada petugas yang siaga, berkeliling mengawasi. Bila ditemukan ada pegawai tenan atau pengunjung mall yang tidak menggunakan masker, ditertibkan. Selain itu, vaksinasi manajemen LEM dan pelayan-pelayan di mall sudah 100 persen dilakukan. Tempat duduk juga sudah diatur jaraknya. Berkerumun juga dibatasi. menurut kami sudah cukup aman,” demikian Salim. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional