Kasus Covid-19 Terus Meningkat

Pemkot Mataram menyediakan informasi digital jumlah kasus Covid-19 di Kota Mataram. Selain perkembangan kasus, juga informasi serta edukasi disampaikan lewat media sosialisasi elektronik tersebut. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram cukup kesulitan menelusuri kontak erat pasien terkonfirmasi positif Coronavirus Disease atau covid-19. Sebagian masyarakat belum jujur menyampaikan riwayat perjalanan maupun kontak erat. Di satu sisi, jumlah kasus terus mengalami peningkatan.

Data kasus Covid-19 Kota Mataram sampai Kamis, 21 Januari 2021 pukul 12.00 Wita mencapai 1.607 jiwa. Dengan tingkat kesembuhan mencapai 1.345 orang, 159 menjalani perawatan dan 103 orang meninggal dunia.

Iklan

Peningkatan kasus telah diprediksi sebelumnya oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram.  Beberapa negara termasuk Indonesia belum memiliki pengalaman mengelola pandemi ini, sehingga dinamika data serta pola penanganan sangat dinamis. “Datanya memang sangat dinamis. Itu sudah kita prediksi sejak sebelumnya,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa ditemui, Kamis, 21 Januari 2021.

Dari penambahan kasus baru sekitar 44 persen sumber penularannya belum terdeteksi. Kondisi ini kata Nyoman, menyulitkan tenaga kesehatan menelusuri kontak erat dan dilakukan pemutusan mata rantai. Di samping itu, sebagian masyarakat juga tidak jujur menyampaikan riwayat perjalanan dan kontak erat dengan pasien positif.

Demi mengantisipasi penularan disepakati dengan menerapkan 5 M. Yakni, menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. “Di mana tempatnya terpapar dan dengan siapa mereka berkomunikasi kita tidak tahu kalau tidak jujur,” ujarnya.

Meskipun tingkat kesembuhan serta warga terpapar virus sangat fluktuatif, pemerintah tidak akan pernah kendor untuk melakukan pencegahan dan penanganan. Satgas menyiapkan segala skenario dengan sistem yang disepakati melalui penanganan covid-19 berbasis lingkungan, penerapan protokol secara ketat, penegakan Perda Nomor 7 2020 dan Perwal 34 tahun 2020.

Terkait satu pasien positif meninggal tanpa ditemukan penyakit komorbit dibenarkan oleh Nyoman. Artinya, satu pasien itu meninggal murni karena positif Covid-19. Pihaknya tidak berani menyampaikan secara detail, karena rata – rata pasien meninggal dunia memiliki penyakit penyerta.

Dalam kasus ini tegasnya, jangan dilihat melalui hitungan matematika. Dinamika yang berkembang di lapangan sangat bervariasi. Salah satu cara mencegah penularan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional