Kasus Covid-19 Terus Meningkat, ASN Pemprov Jalani Rapid Test Antigen Massal

Pelaksanaan rapid test antigen secara massal bagi seluruh ASN di lingkup Sekretariat Daerah atau Kantor Gubernur NTB, Selasa, 3 Februari 2021. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menggelar rapid test antigen massal bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai kontrak di lingkup Sekretariat Daerah atau Kantor Gubernur, Selasa, 3 Februari 2021. Sebanyak 413 pegawai dilakukan rapid test antigen, dan satu orang dinyatakan positif atau reaktif.

Kepala Biro Kesra Setda NTB, Ahmad Masyhuri, S.H., mengatakan, rapid test antigen massal dilakukan bagi seluruh pegawai yang ada di biro-biro Setda NTB dan Satpol PP NTB.  ‘’Sebanyak 413 pegawai, termasuk ASN dan tenaga kontrak semua kita lakukan rapid test antigen. Pokoknya siapa yang bekerja di lingkungan Sekretariat Daerah termasuk Pol PP,’’ ujar Masyhuri dikonfirmasi Selasa, 3 Februari 2021.

Iklan

Dari hasil rapid test antigen yang dilakukan petugas Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, kata Masyhuri, hanya satu orang pegawai di Biro Kesra yang positif atau reaktif. Bagi yang reaktif rapid test antigen, selanjutnya akan dilakukan tes swab PCR, Rabu, 4 Februari 2021. ‘’Karena belum mutlak dia kena Covid, kemungkinannya masih 80 persen,’’ jelasnya.

Masyhuri menjelaskan, rapid test antigen massal yang dilakukan tersebut menyikapi kejadian sejumlah pejabat di Kantor Gubernur yang positif Covid, seperti Asisten II dan Kepala Biro Umum. Selain itu, kasus Covid-19 yang terus menanjak menjadi alasan dilakukannya rapid test antigen massal tersebut.

‘’Di lingkungan kita kemarin ada satu pegawai di Biro Hukum, orang tuanya kena positif. Tapi hanya 4 orang yang sering kontak, semua dilakukan tracing. Kemudian di Biro Umum, Pak Karo yang kena. Semua pegawai ditracing. Rapid test antigen massal ini bukan hanya kasus kemarin, tapi antisipasi. Supaya di kantor ini aman,’’ ujarnya.

Terhadap satu pegawai yang reaktif atau positif berdasarkan hasil rapid test antigen. Masyhuri mengatakan, pegawai tersebut langsung dipulangkan untuk menjalani isolasi mandiri. Kemudian, dia akan menjalani tes swab PCR.

‘’Kalau tes PCR dia positif, maka isolasi mandiri.  Kemudian yang pernah kontak dengan dia  akan karantina di rumah. Kalau ada yang menunjukkan gejala dalam masa karantina di rumah, maka akan kita lakukan tes swab,’’ terangnya. (nas)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional