Kasus Covid-19 Terus Bertambah di Mataram

H. Usman Hadi. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan memprediksi kasus baru Covid-19 di Mataram akan melonjak pasca libur natal dan tahun baru. Perkiraan ini berdasarkan data perkembangan kasus setiap harinya mengalami penambahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi menggambarkan, sejak Maret sampai Juli tren kasus Covid-19 fluktuatif dan puncak kasus terjadi pada bulan Juli. Tren itu mengalami penurunan bahkan nol kasus pada Juli – November. Grafiknya justru naik mulai Desember sampai 2 Januari.

Dari perkembangan kasus ini, dia memprediksikan bahwa akan terjadi lonjakan kasus baru Covid-19 di Mataram. Karena, masa inkubasi penyebaran virus corona 7 -10 hari. “Prediksi kami setelah libur ini akan terjadi lonjakan kasus,” kata Usman.

Peta sebaran kasus Covid-19 dua kelurahan zona merah yakni Satpa Marga dan Tanjung Karang Permai. Delapan kelurahan zona oranye dan lainnya zona kuning dan hijau. Usman merincinkan, jumlah kasus positif Covid-19 sejak Maret 2020 – 2 Januari 2021 mencapai 1.437 kasus. Dengan tingkat kematian 6,8 persen. Angka kematian dibandingkan tahun 2020 mengalami penurunan yang sebelumnya 7 persen.

Dikatakan, angka kematian ini tertinggi di NTB, karena NTB tingkat kematian 4,4 persen dan nasional 6,6 persen. Sedangkan, tingkat kesembuhan telah mencapai 86 persen. “Memang angka kematian di Mataram masih tinggi di NTB dan di atas rata – rata nasional,” jelasnya.

Dari kelompok umur anak usia 1-4 tahun terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 20 orang atau 1,4 persen. Paling tinggi adalah kelompok usia 20-34 tahun dengan jumlah 448 kasus atau 31,2 persen.

Usman menjelaskan, rumah sakit umum daerah (RSUD) paling banyak menangani pasien Covid-19, karena merupakan salah satu rumah sakit rujukan. “Memang RSUD paling banyak merawat pasien Covid-19,” jelasnya.

Dari jumlah kasus itu, pasien atau orang tanpa gejala paling tinggi. Pasalnya, mereka baru mengetahui dirinya terpapar virus corona setelah datang ke fasilitas kesehatan baik rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya saat memeriksakan kesehatan, karena telah kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif atau discreeaning oleh tenaga kesehatan. “Tanpa riwayat ini angkanya paling banyak,” sebutnya.

Oleh karena itu, Usman meminta masyarakat memperketat protokol kesehatan supaya tidak terjadi gelombang kedua penyebaran virus corona. Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu lini kehidupan masyarakat. (cem)