Kasus Covid-19 Meningkat, Semua Sekolah di Lobar akan Kembali Ditutup

H. Baehaqi (Suara NTB/ her), Hj Nurul Adha (Suara NTB/ her)

Giri Menang (Suara NTB) – Lombok Barat (Lobar) masuk menjadi wilayah dengan zona merah kasus Covid-19 per 22 Juli 2021 malam. Sehingga Dinas Kesehatan (Dikes) menilai bila sekolah tetap dibiarkan dibuka, itu tidak sesuai dengan standar kesehatan.

“Zona merah, untuk keluar (berkegiatan) saja tidak boleh, apalagi sekolah” tegas Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KLDikes Lobar , dr. Ahmad Taufik Fathoni, saat dikonfirmasi, Jumat, 23 Juli 2021.

Iklan

Untuk itu, keputusan pemberian izin belajar tatap muka saat ini, dilimpahkan kepada Tim Satgas Covid-19 Kabupaten segera mengambil sikap, jangan sampai anak-anak sekolah justru menjadi korban keganasan Covid-19 ini.

“Kan ini sudah zona merah, harusnya semua ditutup, nggak boleh ada yang gerak untuk membuka sekolah saat ini. Kantor saja WFH, kenapa kok sekolah boleh?” tanya dia heran.

Terlebih vaksinasi guru di Lombok Barat, hingga saat ini persentasenya terbilang masih rendah. “Dulu kami siapkan mereka (vaksin) nggak ada yang mau, giliran sudah ada persyaratan dan diancam harus vaksin seperti ini baru mau,” ujarnya.

Menanggapi itu, Sekda Lobar, H. Baehaqi menjelaskan sesuai dengan perintah bupati, mulai hari Senin mendatang, seluruh sekolah di Lobar akan kembali ditutup. “Sekarang kita akan panggil Kadis Dikbud dulu untuk segera menurunkan surat ke semua sekolah. Termasuk Kemenag juga, agar semua sekolah, madrasah di Lombok Barat supaya ditutup,” tegas Baehaqi.

Kebijakan penutupan ini diakuinya akan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi zona Covid-19 di Lombok Barat sendiri. Bila nantinya Lobar keluar dari zona merah, akan dilakukan evaluasi kembali untuk pemberian izin belajar tatap muka bagi sekolah yang kesiapannya sudah matang. “Termasuk 11 sekolah itu, semua harus ditutup dan ini instruksi langsung dari bupati,”  tandasnya.

Wakil Ketua DPRD Lobar Hj. Nurul Adha mengatakan melihat data kasus Covid-19 di Lobar terjadi peningkatan, baik kasus positif dan kematian. Untuk itu ia berharap masyarakat untuk mengikuti arahan dan imbauan masyarakat. “Karena itu kami mendukung Pemda menutup sekolah karena keselamatan anak-anak jauh lebih penting,”ujarnya.

Diakuinya orang tua begitu antusias melihat anaknya masuk sekolah. Namun harus diprioritaskan keselamatan anak – anak sehingga Keputusan pemerintah harus didukung. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional