Kasus Covid-19 Melonjak, Ruang Isolasi RSUD Praya Penuh

Petugas tengah mengecek kondisi salah seorang pasien Covid-19 di ruang isolasi RSUD Praya yang kondisinya sudah hampir penuh akibat lonjakan kasus Covid-19 di Loteng. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terus melonjak. Kondisi tersebut membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya mulai kewalahan menerima pasien Covid-19. Bahkan saat ini, ruang isolasi pasien Covid-19 RSUD Praya sudah hampir penuh.

“Tinggal empat bed (tempat tidur) lagi yang tersisa di ruang isolasi pasien Covid-19 RSUD Praya. Jika penambahan pasien Covid-19 tidak kendali, bisa dipastikan ruang isolasi Covid-19 RSUD Praya tidak akan bisa menampung pasien Covid-19 lagi,” ungkap Humas Tim Penanggulangan Tim Covid-19 RSUD Praya, dr. Yudha Permana, SpDV, kepada Suara NTB, Sabtu, 27 Februari 2021.

Iklan

Untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19, pihaknya kini tengah mempersiapkan ruang isolasi tambahan bagi pasien Covid-19 dengan kapasitas daya tampung 10 bed tambahan. “Kita lagi siapkan lima ruangan (isolasi) dengan 10 bed tambahan di bekas ruang perawatan Dahlia sisi barat,” tambahnya.

Ia menjelaskan, hampir setiap hari pihaknya menerima tambahan pasien Covid-19. Di mana hingga Sabtu, total ada 23 pasien positif Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi RSUD Praya dengan rata-rata pasien yang dirawat bergejala ringan hingga sedang.

“Hari ini (Sabtu kemarin,red) kita ada tambahan satu pasien Covid-19 yang meninggal dunia, asal Desa Kawo. Dengan begitu, total selama bulan Februari ini sudah ada 8 kasus meninggal dunia, karena Covid-19 di Loteng,” imbuhnya.

Pihaknya pun berharap masyarakat bisa lebih disiplin menerapkan protokol Covid-19. Karena untuk saat ini, itulah cara yang paling efektif dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Paling tidak dengan disiplin menggunakan masker serta selalu menjaga jarak ketika berkegiatan di luar rumah. Termasuk berusaha menghindari kerumunan. Karena kerumunan sangat berpotensi menjadi tempat penyebaran Covid-19. “Pandemi ini tidak akan bisa berakhir, kalau tidak kita lawan bersama, masyarakat dan pemerintah,” tandasnya. (kir)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional